Kamis, 11 Agustus 2016
Investasi itu membosankan
Sabtu, 30 Juli 2016
John Murphy - Teknikal Analisis
10 Aturan dalam Teknikal Analisis ala John Murphy
Untuk anda para trader yang menfokuskan diri pada teknikal analisis untuk megambil keputusan transaksi,dipastikan mengenal sosok John Murphy. Untuk anda yang belum mengenalnya, John Murphy adalah penulis, kolumnis serta pembicara tentang analisa teknikal. Sepuluh Aturan dalam teknikal trading – adalah kumpulan rekomendasi yang paling sering diberikan oleh John Murphy kepada orang-orang yang baru dalam dunia teknikal analisis. Susunan aturan ini didasarkan pada pertanyaan dan komentar yang diterimanya selama bertahun-tahun setelah berbicara kepada berbagai jenis peserta. Jika anda bingung bagaimana cara menggunakan teknikal analisis dalam praktek anda, saran ini mungkin dapat membantu anda.
Kemana pasar akan bergerak? Seberapa jauh harga naik atau turun akan terus berlangsung? dan kapan dia akan berbalik arah? Inilah pondasi dasar yang menjadi perhatian utama oleh para analis teknikal. Di balik grafik dan rumus matematika (indicator) yang digunakan analis, mengidentifikasi trend adalah hal yang paling utama dalam teknikal analisis sampai saat ini.
10 hukum dasar teknikal trading ini dirangkum dan dikembangkan oleh john Murphy berdasarkan pengalamannya selama 30 tahun selama menjadi analis maupun pembicara. Aturan ini dirancang untuk membantu para pemula memahami secara garis besar (inti) dari teknikal analisis dan merampingkan metodologi trading untuk para analis yang lebih berpengalaman.
John Murphy lebih mengutamakan arah pergerakan harga ataupun trend ketimbang mencari tahu alasan kenapa trend itu terjadi. Jadi untuk anda yang menerapkan teknikal analisis untuk bertarung dalam market, pola pikir dan sudut pandang John Murphy akan sangat membantu anda.
trend_range
1. Memetakan Trend
Pelajarilah Chart Jangka Panjang. Mulailah menganalisa chart dengan Timeframe Monthly dan Weekly yang mencakup data beberapa tahun. Peta Market skala besar (Timeframe besar) lebih mudah digunakan untuk menentukan perpektif pasar jangka panjang. Ini berguna untuk menemukan tanda-tanda trend pergerakan harga saat ini. jika trend jangka panjang sudah anda temukan, selanjutnya lihatlah arah pergerakan harga pada timeframe yang lebih pendek, yaitu daily chart. Perspektif chart jangka pendek biasanya dapat menipu anda (false signal). Anda sebaiknya menggunakan trend jangka menengah maupun jangka panjang sebagai acuan utama. Walaupun anda melakukan trading jangka pendek, atau bahkan sangat pendek, Akan Lebih anda membuka posisi sesuai arah trend jangka menengah maupun jangka panjang
2. Temukan arah trend dan ikutilah trend tersebut.
Tentukan arah trend dan ikutilah arah trend. trend pasar terdiri dalam berbagai ukuran – jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Pertama-tama tentukanlah pilihan anda untuk melakukan trading (long,medium, atau short) dan gunakanlah grafik (timeframe) yang sesuai dengan pilihan anda. Selanjutnya anda hanya perlu memastikan diri anda bertransaksi searah dengan trend. ambilah posisi buy jika trend up, dan sell saat trend down. Jika anda memilih untuk trading pada trend menengah, gunakanlah chart daily dan chart weekly. Jika anda memilih menjadi intraday trader, gunakanlah minimal chart daily dan chart dengan timeframe di bawahnya. Akan tetapi anda lebih baik menentukan trend jangka panjang dan mengambil posisi pada timeframe yang lebih kecil.
support-resistance-role-reversal-in-uptrend
3. Temukan Level Harga Tertinggi dan Terendah. (support dan Resistance)
Carilah level support dan resistance. Tempat terbaik untuk mengambil posisi buy adalah saat harga berada dekat dengan level support terakhir. Dan begitu juga sebaliknya, tempat terbaik untuk mengambil posisi sell adalah saat harga berada dekat dengan level resistance terakhir. Jika level resistance telah ditembus oleh harga, maka selanjtunya support terakhir yang digunakan adalah level resistance tersebut. Begitu juga berlaku saat level support tertembus oleh harga. Maka level support itu menjadi level resistance terakhir yang digunakan di masa depan. Dengan kata lain. High (level resistance) yang lama telah menjadi new low (level support).
retracement
4. Seberapa jauh harga akan bergerak dan berbalik
Ukurlah persentasi retracement atau koreksi. Retracement atau koreksi di dalam pasar yang sedang naik atau turun biasanya ditinjau dari trend pasar sebelumnya. Anda dapat mengukur koreksi dalam trend yang ada dalam presentasi sederhana. Retracement 50% (dari trend) adalah angka yang paling umum. Namun John Murphy menjelaskan bahwa sebuah Retracement minimum biasanya adalah sepertiga dari trend sebelumnya, dan retracement maksimum biasanya adalah dua pertiga. Dalam angka Fibonacci, Murphy menyarankan angak 39% dan 61.8% layak untuk ditunggu.
Linechart_Trendlines
5. Tariklah garis pada level penting
Menggambar Trendline adalah salah satu alat charting paling sederhana dan paling efektif. Yang anda butuhkan hanyalah dua titik support, maupun resistance dalam chart. Pada trend up garis ditarik pada dua titik low price berturut-turut yang sedang menaik / meninggi. Sebaliknya pada trend down. Garis ditarik pada dua titik high price yang menurun / semakin rendah. Harga akan sering menguji level-level garis tersebut jika sedang melanjutkan trend. dan jika garis ini ditembus oleh harga, itu merupakan tanda-tanda perubahan trend. sebuah garis trend yang valid harus disentuh setidaknya tiga kali. Semakin lama garis trend itu valid dan diuji, maka garis itu semakin penting.
6A
6. Ikuti garis moving average (harga rata-rata)
Moving average adalah garis yang terdiri dari hasil perhitungan harga rata-rata dalam chart anda. Moving average menyediakan tanda-tanda untuk melakukan buy dan sell secara objektif. Indikator ini memberikan informasi kepada anda jika trend masih bergerak rally sekaligus membantu anda mengetahui tanda-tanda konfirmasi saat trend berbalik arah. mungkin moving average tidak memberikan sinyal kepada anda secara cepat, namun dua moving average adalah cara paling populer untuk mendapatkan sinyal perdagangan. Beberapa trader mungkin menggunakan kombinasi 4 dan 9 MA. 9 dan 18 serta 5 dan 20 dalam chart daily. Sinyal diberikan saat MA yang lebih pendek melintasi MA yang lebih panjang. Ini bekerja baik dalam pasar yang sedang trend.
9191-Overbought-&-Oversold-Conditions-for-MCD
7. Pelajarilah tanda-tanda pembalikan arah.
Gunakanlah Oscillator untuk membantu mengidentifikasi apakah pasar sudah overbought atau oversold. Jika sebelumnya MA memberikan konfirmasi tentang pembalikan atau kelanjutan trend, oscillator sering membantu anda secara khusus untuk mengetahui pasar akan melanjutkan trend atau akan berbalik arah. Oscillator paling populer adalah RSI dan Stochastic Oscilator. Dua indikator ini terdiri dari data 0 sampai 100. Dengan RSI, saat garis melebihi angka 70 memberikan informasi overbought, dan dibawah nilai 30 berarti oversold. Nilai overbought dan oversold pada stochastic adalah 80 dan 20. Pada umumnya para trader menggunakan jangka waktu 14 hari ataupun 14 minggu. Dan pada stochastic, mereka menggunakan 9 hari ataupun 14 hari. Selain titik jenuh, oscillator juga menyediakan divergensi yang memperingatkan arah tujuan pasar. Oscillator sangat bekerja baik pada pasar sideway. Sinyal pada chart mingguan dapat digunakan pada sinyal harian. Sinyal harian dapat memberikan filter untuk chart intraday h4 maupun h1.
MACD
8. Mengetahui tanda-tanda perubahan trend
Perdagangan indikator MACD. Moving Average Convergence Divergence (MACD) indikator (yang dikembangkan oleh Gerald Appel) menggabungkan sistem moving average yang crossover dengan / elemen oversold overbought dari oscillator. sinyal buy ditunjukkan ketika garis Slow MA (MA 12) menyilang ke atas atas garis Fast MA (MA 26) dan kedua berada di bawah nol. sinyal sell terjadi ketika garis Slow MA menyilang ke bawah garis Fast MA dari atas garis nol. Diprioritaskan sinyal dmingguan daripada sinyal harian. Histogram memiliki plot yang sedikit berbeda dari sinyal garis ma. Divergensi histogram dapat memberikan sinyal yang lebih awal, namun tetap dikonfirmasi oleh MA. perubahan trend juga dapat dilihat dengan divergensi histogram MACD dengan pergerakan harga.
xao_dms_adx
9. Trend atau Bukan Trend
Gunakan indikator ADX. The Average Directional Movement Index (ADX) adalah indicator yang digunakan untuk menentukan apakah pasar berada dalam fase trend atau fase sideway. Untuk mengukur tingkat kecenderungan atau kekuatan trend pasar. Saat garis ADX naik berarti menunjukkan adanya penguatan trend. Sebuah garis ADX yang turun menunjukkan adanya pelemahan trend. Dengan memplot arah garis ADX, trader dapat menentukan trading style dan memilih seperangkat indikator yang paling cocok untuk keadaan pasar saat ini.
canvol-2-fdxexam
10. Mengetahui sinyal konfimasi
Janganlah abaikan volume. Volume adalah indiKator yang sangat penting untuk mengkonfirmasi transaksi. Hal yang terpenting adalah memastikan volume sinkron dengan arah trend yang berlaku. Semakin besar volume berarti semakin kuat trend yang sedang terjadi. Penurunan volume menandakan bahwa trend tersebut hampir selesai atau pelemahan trend sedang terjadi. (sayangnya volume dalam instrument Forex sangat terbatas kevalidan datanya. Volume sangat berperan dalam pasar saham)
Dan tambahan yang sangat penting sebagai angka kesebelas (diambil dari nasehat John Murphy sendiri)
“11.”
KEEP ON IT. Teknikal analisis adalah skill yang berkembang dari pengalaman dan belajar. Tetaplah menjadi murid dan terus belajar.
Minggu, 24 Juli 2016
Trader sukses
3 Skill yang Membedakan Trader Sukses dengan Trader Gagal
Dalam kamus bahasa Indonesia, istilah Trader memiliki arti pedagang. Jadi dengan kata lain jika kita menyebut diri kita trader saham berarti kita adalah seorang pedagang saham, yang membedakan kita dari pedagang sayur, pedagang beras, pedagang handphone sampai pedagang mobil hanyalah barang dagangannya saja.
Pada awalnya kita mungkin merasa berdagang saham berbeda dengan berdagang barang lainnya, namun setelah lama digeluti umumnya kita akan menyadari bahwa ada begitu banyak kesamaan antara menjadi trader saham dengan menjadi pedagang-pedagang lainnya
Karena adanya begitu banyak persamaan, maka umumnya kunci-kunci sukses untuk menjadi pedagang saham kurang lebih sama dengan menjadi pedagang biasa . Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai beberapa persamaan tersebut dan bagaimana menggunakan prinsip-prinsip kesuksesan dalam berdagang untuk mempercepat kesuksesan kita dalam trading saham.
Beberapa Prinsip dalam berdagang :
Membeli barang di harga tertentu, dan menjualnya di harga yang lebih tinggi
Sebagai pedagang kita tidak perlu terlalu peduli akan harga beli barang dagangan kita, selama kita cukup yakin kalau barang dagangan yang dibeli bisa laku di jual di harga yang lebih tinggi, maka itu sudah menjadi alasan yang cukup untuk menjadi alasan kita untuk membeli barang tertentu.
Pedagang bukanlah ekonom atau analis, yang pekerjaannya memprediksi harga 'seharusnya' suatu barang, dan sibuk beropini bahwa harga suatu barang saat ini kemahalan atau kemurahan. Pedagang hanya membeli untuk dijual lagi, selama proses itu bisa berjalan lancar, maka pedagang seharusnya sudah cukup bahagia.
Namun kemampuan menjual barang di harga lebih tinggi tidak cukup untuk menjadikan kita pedagang yang sukses. Karena hampir semua pedagang berhasil melakukan hal tersebut, baik mereka yang sukses maupun pedagang-pedagang kaki lima yang sepanjang hidupnya melakukan hal tersebut, namun tidak pernah berhasil mengembangkan usahanya.
Beberapa hal yang membedakan pedagang sukses dengan pedagang yang di situ-situ saja adalah :
KEMAMPUAN MEMPREDIKSI BARANG YANG SEDANG LAKU, DAN YANG AKAN LAKU DI MASA YANG AKAN DATANG
Salah satu skill yang dimiliki pleh pedagang sukses adalah kemampuan mengetahui barang apa yang sedang laku saat ini, atau yang akan laku di masa yang akan datang. Kemampuan melihat kondisi aktual dan mengindentifikasi trend yang sedang berlangsung saat ini, atau kecenderungan perubahan trend yang akan berlansung di masa yang akan datang.
Seorang pedagang elektronik umumnya akan memenuhi gudangnya dengan Televisi Flat Screen menjelang pelaksanaan turnamen sepak bola besar seperti Piala Eropa, karena mereka mengetahui dalam ajang sepak bola seperti Piala Eropa akan ada banyak orang yang ingin mengganti TV di rumahnya dengan TV keluaran terbaru.
Begitu juga dengan trader saham, kemampuan memprediksi sektor apa yang sedang 'laku' di market adalah salah satu skill yang dapat membantu kita dalam trading, karena di pasar saham selalu terjadi rotasi sektoral, bisa saja bulan ini saham-saham Property yang sedang 'laku' (harganya naik), namun bulan depan bisa saja berubah ke saham-saham komoditas, sementara harga-harga saham property bergerak turun.
KEMAMPUAN MENGELOLA INVENTORY
Pengelolan inventory dari barang dagangan yang kita miliki juga merupakan faktor sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam trading. Kemampuan ini umumnya yang membedakan pedagang sukses dan pedagang yang biasa saja.
Trader sukses adalah trader yang ahli dalam mengelola modal yang dimilikinya, jika mereka melihat ada satu barang dagangan yang menarik untuk dibeli mereka tahu seberapa banyak uang yang harus dialokasikan dalam membeli dagangan tersebut.
Mereka juga tahu kapan harus memiliki banyak jenis barang dagangan, kapan harus memfokuskan seluruh dana yang dimilikinya untuk membeli satu jenis barang dagangan saja. Bukan hanya itu seorang trader sukses mengetahui kapan waktunya mereka sebaiknya 'keluar dari market' dan memegang cash saja sambil menunggu datangnya kesempatan, di sisi lain jika datang suatu kesempatan yang besar dan langka, mereka juga tidak ragu-ragu untuk meminjam uang ke pihak lain untuk memaksimalkan hasil dari peluang yang ada.
Terakhir mereka juga memahami pentingnya 'membuang' barang-barang yang sudah tidak berpotensi memberikan keuntungan dan hanya menghabiskan tempat di gudang, untuk barang-barang tersebut mereka tidak ragu untuk menjual di harga diskon, supaya modalnya bisa digunakan untuk barang yang lebih laku dan berpotensi memberikan keuntungan di masa yang akan datang.
KESIMPULAN
Menjadi trader saham dan pedagang memiliki sangat banyak persamaan, jadi tidak ada salahnya kita menggunakan prinsip-prinsip di atas dalam trading kita. Ironisnya banyak pedagang yang sukses berdagang, namun mengalami kesulitan ketika menjadi Trader Saham karena tidak menggunakan prinsip yang mereka gunakan untuk sukses berdagang dalam proses tradingnya sehari-hari
(Line Creative Trader)