Tampilkan postingan dengan label artikel analisa fundamental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel analisa fundamental. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2008

analisa fundamental

Analisa Fundamental Untuk Pasar Modal
by: Wikipedia & Bursa-Investasi

Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan. Analisa fundamental menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah di apresiasi secara akurat. Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari 4 langkah yaitu:

I. Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan
Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham.
Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah?
Apakah suku bunga naik atau turun?
Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu dalam mengeluarkan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi?
Apakah supply uang naik atau turun?
Ini adalah sebagian pertanyaan seorang fundamental analis menanyakan untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham

II.Menghitung kondisi industri secara keseluruhan Industri di mana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan tersebut.
Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan jika mereka berada dalam industri yang sedang payah . Biasanya saham yang lemah dalam industri yang kuat lebih disukai daripada saham yang kuat dalam industri yang lemah

III. Menghitung kondisi perusahaanSetelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik tapi kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sia lah semua analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi dimana semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba yang pada akhirnya laba ini akan di bagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden. Walaupun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang di sebut dengan capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki time horizon yang pendek. Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.

Rasio secara garis besar di bagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu : profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), dan efficiensi (efisiensi). Berikut penjelasan penggunaan ratio dan cara menghitungnya :

Net Profit Margin
Net profit margin adalah rasio profitability yang dihitung dengan membagi keuntungan bersih dengan total penjualan.
Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan yang dapat di peroleh dari setiap rupiah penjualan. Sebagai ilustrasi, apabila profit margin sebuah perusahaan adalah 30% jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap Rp 1000 adalah Rp 300

Price Earning Ratio / PER
Price earning ratio /PER adalah rasio price yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan Earning Per Share( EPS), EPS sendiri merupakan rasio yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.
PER menggambarkan apresiasi pasar trhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi para investor semakin kecil PER suatu saham semakin bagus karena saham tersebut termasuk murah.

Book Value / Nilai Buku
Nilai Buku adalah rasio price yang dihitung dengan membagi total aset bersih ( Aset - Hutang ) dengan total saham yang beredar
Book Value digunakan untuk melihat harga suatu securitas apakah overpriced atau underprice

Price to Book Value (PBV)
Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin Tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut.

Current RatioCurrent
Ratio adalah rasio likuiditas yang dihitung dengan membagi aset saat ini dengan hutang saat ini.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab hutang saat ini. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi likuiditas perusahaan tersebut. Sebagai contoh, rasio 3.0 mempunyai arti bahwa aset saat ini jika dilikuidasi, akan cukup membayar 3 kali dari hutang saat ini.

Debt Ratio
Debt rasio adalah rasio leverage yang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aset.
Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Sebagai contoh, debt ratio 40% menunjukkan bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang. Hutang bisa berarti buruk bisa juga berarti bagus. Selama ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, sebaliknya juga selama ekonomi baik dan suku bunga rendah hutang dapat meningkatkan keuntungan

Inventory Turnover
Inventory turnover adalah rasio efficiency yang dihitung dengan membagi biaya barang yang terjual dengan inventaris.
Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengatur inventarisnya, yaitu dengan menunjukkan berapa kali turn over inventaris selama satu tahun. Jenis rasio ini sangat bergantung pada jenis industri di mana perusahaan berada. Sebagai contoh, toko penjual makanan akan mempunyai tingakt turn over yang jauh lebih tinggi daripada pabrik pembuat pesawat terbang. Sama seperi rasio-rasio yang lain, adalah penting untuk membandingkan rasio ini dengan rasio dari perusahaan-perusahaan yang lain dalam industri yang sama

IV. Menghitung nilai saham perusahaan

Setelah memperhitungkan kondisi ekonomi, industri, dan perusahaan. Seorang fundamental analis dapat mulai memperhitungkan apakah saham suatu perusahaan overvalued, undervalued, atau pas harganya. Beberapa model penilaian telah disusun untuk membantu kita menghitung nilai saham. Ini menyertakan model deviden yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari pendapatan yang diharapkan, dan model aset yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari aset perusahaan.

Selasa, 26 Agustus 2008

Rumus Ajaib Mengalahkan Pasar

RUMUS AJAIB

Rumus ajaib meranking perusahaan-perusahaan berdasarkan dua faktor: return of capital dan earning yield. Kedua faktor ini bisa diukur dengan beberapa cara yang berbeda. Ukuran-ukuran yang dipilih untuk studi dalam buku ini digambarkan secara lebih detail sebagai berikut:

1. Return of Capital

EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Assets)

(Modal kerja bersih + Aset Tetap Bersih)

Return of capital diukur dengan mengalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan modal yang digunakan (Net Working Capital + Net Fixed Assets). Rasio ini digunakan, bukan rasio-rasio yang lebih umum digunakan, yaitu return of equity (ROE, earning/equity) atau return on assets (ROA, earning/assets) dengan beberapa alasan.

2. Earning Yield

EBIT / Enterprise Value
Earning yield diukur dengan mengkalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan enterprise value (nilai ekuitas pasar + utang berbeban bunga). Rasio inilah yang dugunakan, bukan rasio P/E (price/earning ratio) atau E/P (earnings/price ratio) yang lebih umum


Langkah penyaringan

Opsi 1
Langkah 1:
Kunjungi magicformulainvesting.com.

Langkah 2:
Ikuti petunjuk untuk memilih ukuran perusahaan (misalnya, perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta, atau di atas $200juta, atau di atas $imiliar, dan lain-lain). Untuk kebanyakan individu, perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta atau $100juta seharusnya merupakan ukuran yang memadai.

Langkah 3:
Ikuti petunjuk untuk mendapatkan daftar perusahaan-perusahaan yang diranking teratas oleh rumus ajaib.

Langkah 4:
Beli lima sampai tujuh perusahaan ranking teratas. Untuk memulai, investasikan hanya 20 sampai 33 persen uang yang anda niatkan untuk diinvestasikan pada tahun pertama (untuk jumlah modal yang lebih kecil, para pialang Web yang harganya murah seperti foliofn.com, buyandhold.com, dan scottrade.com mungkin tempat yang bagus untuk memulai).

Langkah 5:
Ulangi langkah 4 setiap dua sampai tiga bulan sampai anda telah menginvestasikan semua uang yang anda alokasikan untuk portfolio rumus ajaib anda. Setelah 9 atau 10 bulan. Ini seharusnya menghasilkan portfolio dengan 20 sampai 30 saham (misalnya, tujuh saham setiap tiga bulan, lima atau enam saham setiap dua bulan).

Langkah 6:
Jual setiap saham setelah memegangnya selama satu tahun. Untuk rekening yang terkena pajak, jual yang unggul setelah memegangnya berapa hari lebih dari satu tahun dan jual yang merugi setelah memegangnya beberapa hari sebelum satu tahun. Gunakan hasil-hasil dari setiap penjualan dan uang investasi tambahan lainnya untuk menggantikan perusahaan-perusahaan yang telah dijual dengan angka yang sama dengan seleksi-seleksi rumus ajaib baru.

Langkah 7:
Teruskan proses ini selama beberapa tahun. Ingat, anda harus berkomitmen untuk meneruskan proses ini selama minimal tiga sampai lima tahun, terlepas dari apapun hasilnya. Jika tidak, anda akan sangat mungkin mundur sebelum rumus ajaib mendapat peluang untuk bekerja.


Opsi 2
Instruksi Penyaringan Umum

Jika menggunakan opsi penyaringan manapun selain magicformulainvesting.com, anda harus mengambil langkah-langkah berikut ini agar bisa paling mendekat hasil-hasil dari rumus ajaib:
1. Gunakan Return on Assets (ROA) sebagai kriteria penyaringan. Tetapkan ROA minimum pada 25%. (Ini akan butuh tempat return of capital dari studi rumus ajaib)
2. Dari kelompok yang menghasilkan saham ROA tinggi, saringlah saham-saham dengan rasio Harga/Pendapatan (P/E) yang terendah. (Ini akan mengambil tempat earning of yield dari studi rumus ajaib)
3. Eliminasi semua utilitas dan saham finansial (yakni, mutual fund, bank dan perusahaan-perusahaan asuransi) dari daftar.
4. Eliminasi semua perusahaan asing dari daftar. Dalam kebanyakan kasus, ini akan memiliki akhiran “ADR” (singkatan dari American Depository Receipt) di belakang nama saham.
5. Jika sebuah saham memiliki rasio P/E sangat rendah, taruhlah 5 atau kurang, yang bisa mengindikasikan bahwa tahun atau data sebelumnya digunakan dengan cara tertentu. Anda mungkin ingin mengeliminasi setiap perusahaan yang telah mengumumkan pendapatan pekan lalu. (ini seharusnya membantu meminimalkan insiden ketidakbenaran data yang kadaluwarsa).
6. Setelah mendapatkan daftar anda, ikuti langkah 4 dan 8 dari magicformulainvesting.com.