Jumat, 22 Juli 2016

Jumlah saham di portofolio

Berapa Jumlah Saham Yang Ideal Di Portofolio?

Tanya :
Bpk X : Min, berapa jumlah saham yg ideal untuk dimiliki?
Saya punya 30 jenis saham.

Jawab :
Dari Buku Fit Focus Finish.
Bab 16. Berapa jumlah kepemilikan reksadana saham yang ideal?

Kalau di saham, kira2 pertanyaannya adalah, berapa jumlah kepemilikan saham yang ideal?

Ini berhubungan dengan risk manajemen. Punya 1 saham saja, kalau salah 1, maka habislah porto kita. Punya 2 saham, salah 1, maka impas. Dstnya. Pertanyaannya, sampai berapa sahamkah risk manajemen ini akan maksimal?

Data yang digunakan adalah LQ45 dr 2008 s/d 2013. 

Risiko dari memiliki
1 saham : 90%
2 saham : 65%
3 saham : 60%
4 saham : 55%
5 saham : 50%
6 saham : 45%
7 saham : 42.5%
8 saham : 40%
9 saham : 39%
10 saham : 38%
11 saham : 37%
12 saham : 36%
20 saham : 30%
25 saham : 27.5%
30 saham : 25%

Terlihat bahwa ketika memiliki 7-8 saham, pengurangan risiko sudah melambat. 

Dari buku luar yang membahas investasi juga hampir sama. Rata-rata menyarankan 7-15 saham. 

Tapi lihat juga modal kita. Kalau hanya punya 10 juta, tidak logis membeli 15 saham utk manajemen risiko.

Long Keng Hong  : "Sekarang, portofolio saya berisi sekitar 20-an saham dengan jumlah saham maksimal 4%. Tidak banyak kelihatannya, tapi rata-rata perusahaan besar. Saya juga merotasinya. Kalau ketemu satu perusahaan bagus, maka saya cari mana di portofolio yang sudah menurun dan saya buang satu juga".

Dari buku 42 Aturan Investasi yang Nyaman :

Aturan #23 Berhati-hati akan diversifikasi berlebihan.

Memiliki terlalu banyak saham di portofolio anda tidak membantu mengurangi resiko dan dapat menyebabkan kesulitan.

- Diversifikasi adalah alat penting untuk mengurangi resiko portofolo. Tapi ada batasannya, dan penggunaan berlebihan akan berakibat buruk.

- Mari kita lihat diversifikasi dari sisi pengetahuan. Karena diversifikasi adalah manajemen resiko, dan resiko bisa digambarkan melalui model matematika. 

- Standar deviasi adalah ukuran batas yang diharapkan dari sebuah nilai rata-rata. Standar deviasi S&P 500 untuk 100 tahun adalah 19% dan rata-rata hasil adalah 10%.

- Jadi di setiap tahun berjalan, ada kemungkinan 66% hasil S&P berada di range rata2 plus minus standar deviasinya, yaitu antara -9% s/d 29%.

- Sekarang mari kita lihat standar deviasi portofolio. Asumsikan rata-rata hasil invest adalah 10%. Cek buku You can be as Stock Market Genius karangan Joel Greenblatt untuk metode perhitungannya.

- Jika ada 2 saham di portofolio, maka SD adalah 37% dan hasil invest anda di kisaran -27% s/d 47%.

- Dengan 6 saham, SD turun menjadi 26%, dan hasil di antara -16% s/d 36%.

- Untuk 10 saham, hasil di antara -13% s/d 33%. Untuk 20 saham, menjadi -11% s/d 31%.

- Menarik melihat ini. Hanya berinvestasi di 10-20 saham saja, sudah tidak jauh berbeda dengan berinvestasi di index itu sendiri. Karena itu Dow yang hanya berisi 30 saham tidak berbeda jauh hasilnya dengan S&P 500 (500 saham) dan index Wilshire 5000 (5000 saham). 

- Range hasil juga lumayan lebar, dari terendah ke tertinggi, selisih 40%, jadi tidak ada gunanya memegang lebih banyak saham lagi.

- Ada 2 salah pengertian tentang diversifikasi. Yang pertama, anda tidak perlu ratusan saham untuk diversifikasi. Yang kedua, menambah saham lebih dari 20 saham, tidak berpengaruh banyak ke hasil investasi anda.

- Hal lain adalah, diversifikasi membantu anda mengurangi resiko "non market", yaitu resiko pada saham-saham tertentu. "Market risk" sendiri, yaitu resiko pasar investasi, sama saja bahkan jika anda memegang 5000 saham di portofolio.

- Pelajaran yang bisa diambil, berinvestasi di 7-15 saham adalah cukup. Menambah lebih banyak menimbulkan beberapa masalah. 

- Masalah pertama, semakin banyak yang diambil, semakin susah menemukan perusahaan terbaik yang layak diinvestasikan.

- Masalah kedua, semakin susah untuk memantau portofolio.

- Dan masalah ketiga, bahkan ada satu saham yang untung besar, hanya akan berefek sedikit ke portofolio anda.

- Ini adalah masalah standar bagi industri reksadana yang harus berinvestasi ke ratusan perusahaan karena ukuran dana kelolaan mereka (aturan #7). 

- Masalah over diversifikasi sering disebut "deworsification", dan anda tidak perlu mengikuti aturan reksadana sehingga bisa menghindari "deworsification".

Jadi, berapa jumlah saham di portofolio anda?

Akhirnya, semua itu tergantung jumlah modal dan diversifikasi resiko.(@saham-indonesia)


Daewoo's Channel
Tlgrm.me/DaewooChannel

Tidak ada komentar: