Rabu, 09 Juli 2008

Saat Tepat Menjual Untuk Mendapatkan Laba

Saat Tepat Menjual Untuk Mendapatkan Laba

1. Jika anda terlalu lama menunggu, anda akan terlambat.
Tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, bukannya kegirangan, nafsu serakah ketika harga saham anda sedang melaju naik pesat. Ingatlah pepatah:”Keserakahan adalah sumber kejatuhan”.

2. Membuat perencanaan untung-rugi, tentukan batas keuntungan anda.
Naiki elevator yang sedang bergerak naik dari satu lantai ke lantai diatasnya dan jangan menggunakannya untuk turun kembali.

3. Rumusan beli tahun 1960:
a. Konsentrasikan pada saham harganya lebih $ 20 per lembar yang punya beberapa sponsor institusional.
b. PER mengalami pertumbuhan sepanjang 5 tahun terakhir dan posisi laba triwulan telah meningkat minimal 20%
c. Harga saham harus mendekati atau mencapai posisi tertingginya setelah menembus wilayah konsolidasinya dan disertai peningkatan volume perdagangan minimal 50% diatas rata-rata volume harian.

4. Metode Livermore (averaging up) yaitu ketika harga saham naik 2-5% setelah aksi beli.
Jika ternyata keliru yaitu saham turun, jual saat diatas harga rata-rata.
Jika naik batasi sampai 20 %.

5. Pertanda bull market telah mendekati klimaksnya, yaitu
a. Tertinggi: lonjakan harga setiap harinya
b. Tertinggi: volume perdagangan hariannya
c. Exhaustion gap: saham sebelumnya mengalami kenaikan pesat, dibuka pada harga lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya.
d. Aktifitas puncak klimaks: harga melejit makin tinggi dan makin cepat selama 2-3 minggu.
e. Pertanda adanya distribusi: setelah mengalami peningkatan harga, adanya volume harian besar yang tidak disertai kenaikan harga lanjutan. Jual segera saham anda.
f. Stock split: jual saham yang harganya naik 20-50% selama 1-2 minggu setelah stock split.
g. Makin banyak jumlah hari berurutan yang mengalami penurunan harga saham: setelah sebagian saham mulai bergerak turun dari puncaknya.
h. Upper channel line
i. Berpatok pada garis moving average 200 hari: jual pada posisi 70-100 % diatas garis harga rata-rata bergerak 200 hari.

6. Volume rendah dan situasi lemah lainnya:
a. Harga mencapai puncak tertinggi namun volume rendah.
b. Harga ditutup tepat atau mendekati posisi terendah hari itu.
c. Landasan tahap ketiga/keempat: jual saham ketika naik ke posisi harga baru (landasan ke 3 atau 4)
d. Pertanda buruknya proses perbaikan: kenaikan harga pada volume turun, jual hari ke 2 atau 3
e. Penurunan dari puncak: analisa apakah proses kenaikan berakhir atau sproses koreksi normal 8-12%
f. Buruknya kekuatan relative: berada pada posisi jatuh dibawah 70
g. Lone ranger: jika ada price strength perusahaan unggulan lain dalam industry yang sama.

7. Breaking support
a. Patahnya garis trend naik jangka panjang
b. Penurunan terbesar harga saham dalam satu hari
c. Jatuhnya harga saham dalam volume perdagangan yang besar
d. Menurunnya garis rata-rata bergerak 200 hari
e. Bertahan dibawah rata-rata bergerak 10 hari.

Tidak ada komentar: