Analisa Fundamental Untuk Pasar Modal
by: Wikipedia & Bursa-Investasi
Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan. Analisa fundamental menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah di apresiasi secara akurat. Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari 4 langkah yaitu:
I. Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan
Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham.
Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah?
Apakah suku bunga naik atau turun?
Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu dalam mengeluarkan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi?
Apakah supply uang naik atau turun?
Ini adalah sebagian pertanyaan seorang fundamental analis menanyakan untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham
II.Menghitung kondisi industri secara keseluruhan Industri di mana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan tersebut.
Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan jika mereka berada dalam industri yang sedang payah . Biasanya saham yang lemah dalam industri yang kuat lebih disukai daripada saham yang kuat dalam industri yang lemah
III. Menghitung kondisi perusahaanSetelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik tapi kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sia lah semua analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi dimana semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba yang pada akhirnya laba ini akan di bagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden. Walaupun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang di sebut dengan capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki time horizon yang pendek. Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.
Rasio secara garis besar di bagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu : profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), dan efficiensi (efisiensi). Berikut penjelasan penggunaan ratio dan cara menghitungnya :
Net Profit Margin
Net profit margin adalah rasio profitability yang dihitung dengan membagi keuntungan bersih dengan total penjualan.
Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan yang dapat di peroleh dari setiap rupiah penjualan. Sebagai ilustrasi, apabila profit margin sebuah perusahaan adalah 30% jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap Rp 1000 adalah Rp 300
Price Earning Ratio / PER
Price earning ratio /PER adalah rasio price yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan Earning Per Share( EPS), EPS sendiri merupakan rasio yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.
PER menggambarkan apresiasi pasar trhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi para investor semakin kecil PER suatu saham semakin bagus karena saham tersebut termasuk murah.
Book Value / Nilai Buku
Nilai Buku adalah rasio price yang dihitung dengan membagi total aset bersih ( Aset - Hutang ) dengan total saham yang beredar
Book Value digunakan untuk melihat harga suatu securitas apakah overpriced atau underprice
Price to Book Value (PBV)
Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin Tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut.
Current RatioCurrent
Ratio adalah rasio likuiditas yang dihitung dengan membagi aset saat ini dengan hutang saat ini.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab hutang saat ini. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi likuiditas perusahaan tersebut. Sebagai contoh, rasio 3.0 mempunyai arti bahwa aset saat ini jika dilikuidasi, akan cukup membayar 3 kali dari hutang saat ini.
Debt Ratio
Debt rasio adalah rasio leverage yang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aset.
Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Sebagai contoh, debt ratio 40% menunjukkan bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang. Hutang bisa berarti buruk bisa juga berarti bagus. Selama ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, sebaliknya juga selama ekonomi baik dan suku bunga rendah hutang dapat meningkatkan keuntungan
Inventory Turnover
Inventory turnover adalah rasio efficiency yang dihitung dengan membagi biaya barang yang terjual dengan inventaris.
Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengatur inventarisnya, yaitu dengan menunjukkan berapa kali turn over inventaris selama satu tahun. Jenis rasio ini sangat bergantung pada jenis industri di mana perusahaan berada. Sebagai contoh, toko penjual makanan akan mempunyai tingakt turn over yang jauh lebih tinggi daripada pabrik pembuat pesawat terbang. Sama seperi rasio-rasio yang lain, adalah penting untuk membandingkan rasio ini dengan rasio dari perusahaan-perusahaan yang lain dalam industri yang sama
IV. Menghitung nilai saham perusahaan
Setelah memperhitungkan kondisi ekonomi, industri, dan perusahaan. Seorang fundamental analis dapat mulai memperhitungkan apakah saham suatu perusahaan overvalued, undervalued, atau pas harganya. Beberapa model penilaian telah disusun untuk membantu kita menghitung nilai saham. Ini menyertakan model deviden yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari pendapatan yang diharapkan, dan model aset yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari aset perusahaan.
Rabu, 03 September 2008
Selasa, 26 Agustus 2008
Rumus Ajaib Mengalahkan Pasar
RUMUS AJAIB
Rumus ajaib meranking perusahaan-perusahaan berdasarkan dua faktor: return of capital dan earning yield. Kedua faktor ini bisa diukur dengan beberapa cara yang berbeda. Ukuran-ukuran yang dipilih untuk studi dalam buku ini digambarkan secara lebih detail sebagai berikut:
1. Return of Capital
EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Assets)
(Modal kerja bersih + Aset Tetap Bersih)
Return of capital diukur dengan mengalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan modal yang digunakan (Net Working Capital + Net Fixed Assets). Rasio ini digunakan, bukan rasio-rasio yang lebih umum digunakan, yaitu return of equity (ROE, earning/equity) atau return on assets (ROA, earning/assets) dengan beberapa alasan.
2. Earning Yield
EBIT / Enterprise Value
Earning yield diukur dengan mengkalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan enterprise value (nilai ekuitas pasar + utang berbeban bunga). Rasio inilah yang dugunakan, bukan rasio P/E (price/earning ratio) atau E/P (earnings/price ratio) yang lebih umum
Langkah penyaringan
Opsi 1
Langkah 1:
Kunjungi magicformulainvesting.com.
Langkah 2:
Ikuti petunjuk untuk memilih ukuran perusahaan (misalnya, perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta, atau di atas $200juta, atau di atas $imiliar, dan lain-lain). Untuk kebanyakan individu, perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta atau $100juta seharusnya merupakan ukuran yang memadai.
Langkah 3:
Ikuti petunjuk untuk mendapatkan daftar perusahaan-perusahaan yang diranking teratas oleh rumus ajaib.
Langkah 4:
Beli lima sampai tujuh perusahaan ranking teratas. Untuk memulai, investasikan hanya 20 sampai 33 persen uang yang anda niatkan untuk diinvestasikan pada tahun pertama (untuk jumlah modal yang lebih kecil, para pialang Web yang harganya murah seperti foliofn.com, buyandhold.com, dan scottrade.com mungkin tempat yang bagus untuk memulai).
Langkah 5:
Ulangi langkah 4 setiap dua sampai tiga bulan sampai anda telah menginvestasikan semua uang yang anda alokasikan untuk portfolio rumus ajaib anda. Setelah 9 atau 10 bulan. Ini seharusnya menghasilkan portfolio dengan 20 sampai 30 saham (misalnya, tujuh saham setiap tiga bulan, lima atau enam saham setiap dua bulan).
Langkah 6:
Jual setiap saham setelah memegangnya selama satu tahun. Untuk rekening yang terkena pajak, jual yang unggul setelah memegangnya berapa hari lebih dari satu tahun dan jual yang merugi setelah memegangnya beberapa hari sebelum satu tahun. Gunakan hasil-hasil dari setiap penjualan dan uang investasi tambahan lainnya untuk menggantikan perusahaan-perusahaan yang telah dijual dengan angka yang sama dengan seleksi-seleksi rumus ajaib baru.
Langkah 7:
Teruskan proses ini selama beberapa tahun. Ingat, anda harus berkomitmen untuk meneruskan proses ini selama minimal tiga sampai lima tahun, terlepas dari apapun hasilnya. Jika tidak, anda akan sangat mungkin mundur sebelum rumus ajaib mendapat peluang untuk bekerja.
Opsi 2
Instruksi Penyaringan Umum
Jika menggunakan opsi penyaringan manapun selain magicformulainvesting.com, anda harus mengambil langkah-langkah berikut ini agar bisa paling mendekat hasil-hasil dari rumus ajaib:
1. Gunakan Return on Assets (ROA) sebagai kriteria penyaringan. Tetapkan ROA minimum pada 25%. (Ini akan butuh tempat return of capital dari studi rumus ajaib)
2. Dari kelompok yang menghasilkan saham ROA tinggi, saringlah saham-saham dengan rasio Harga/Pendapatan (P/E) yang terendah. (Ini akan mengambil tempat earning of yield dari studi rumus ajaib)
3. Eliminasi semua utilitas dan saham finansial (yakni, mutual fund, bank dan perusahaan-perusahaan asuransi) dari daftar.
4. Eliminasi semua perusahaan asing dari daftar. Dalam kebanyakan kasus, ini akan memiliki akhiran “ADR” (singkatan dari American Depository Receipt) di belakang nama saham.
5. Jika sebuah saham memiliki rasio P/E sangat rendah, taruhlah 5 atau kurang, yang bisa mengindikasikan bahwa tahun atau data sebelumnya digunakan dengan cara tertentu. Anda mungkin ingin mengeliminasi setiap perusahaan yang telah mengumumkan pendapatan pekan lalu. (ini seharusnya membantu meminimalkan insiden ketidakbenaran data yang kadaluwarsa).
6. Setelah mendapatkan daftar anda, ikuti langkah 4 dan 8 dari magicformulainvesting.com.
Rumus ajaib meranking perusahaan-perusahaan berdasarkan dua faktor: return of capital dan earning yield. Kedua faktor ini bisa diukur dengan beberapa cara yang berbeda. Ukuran-ukuran yang dipilih untuk studi dalam buku ini digambarkan secara lebih detail sebagai berikut:
1. Return of Capital
EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Assets)
(Modal kerja bersih + Aset Tetap Bersih)
Return of capital diukur dengan mengalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan modal yang digunakan (Net Working Capital + Net Fixed Assets). Rasio ini digunakan, bukan rasio-rasio yang lebih umum digunakan, yaitu return of equity (ROE, earning/equity) atau return on assets (ROA, earning/assets) dengan beberapa alasan.
2. Earning Yield
EBIT / Enterprise Value
Earning yield diukur dengan mengkalkulasi rasio pendapatan operasi pra-pajak (EBIT) dengan enterprise value (nilai ekuitas pasar + utang berbeban bunga). Rasio inilah yang dugunakan, bukan rasio P/E (price/earning ratio) atau E/P (earnings/price ratio) yang lebih umum
Langkah penyaringan
Opsi 1
Langkah 1:
Kunjungi magicformulainvesting.com.
Langkah 2:
Ikuti petunjuk untuk memilih ukuran perusahaan (misalnya, perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta, atau di atas $200juta, atau di atas $imiliar, dan lain-lain). Untuk kebanyakan individu, perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas $50juta atau $100juta seharusnya merupakan ukuran yang memadai.
Langkah 3:
Ikuti petunjuk untuk mendapatkan daftar perusahaan-perusahaan yang diranking teratas oleh rumus ajaib.
Langkah 4:
Beli lima sampai tujuh perusahaan ranking teratas. Untuk memulai, investasikan hanya 20 sampai 33 persen uang yang anda niatkan untuk diinvestasikan pada tahun pertama (untuk jumlah modal yang lebih kecil, para pialang Web yang harganya murah seperti foliofn.com, buyandhold.com, dan scottrade.com mungkin tempat yang bagus untuk memulai).
Langkah 5:
Ulangi langkah 4 setiap dua sampai tiga bulan sampai anda telah menginvestasikan semua uang yang anda alokasikan untuk portfolio rumus ajaib anda. Setelah 9 atau 10 bulan. Ini seharusnya menghasilkan portfolio dengan 20 sampai 30 saham (misalnya, tujuh saham setiap tiga bulan, lima atau enam saham setiap dua bulan).
Langkah 6:
Jual setiap saham setelah memegangnya selama satu tahun. Untuk rekening yang terkena pajak, jual yang unggul setelah memegangnya berapa hari lebih dari satu tahun dan jual yang merugi setelah memegangnya beberapa hari sebelum satu tahun. Gunakan hasil-hasil dari setiap penjualan dan uang investasi tambahan lainnya untuk menggantikan perusahaan-perusahaan yang telah dijual dengan angka yang sama dengan seleksi-seleksi rumus ajaib baru.
Langkah 7:
Teruskan proses ini selama beberapa tahun. Ingat, anda harus berkomitmen untuk meneruskan proses ini selama minimal tiga sampai lima tahun, terlepas dari apapun hasilnya. Jika tidak, anda akan sangat mungkin mundur sebelum rumus ajaib mendapat peluang untuk bekerja.
Opsi 2
Instruksi Penyaringan Umum
Jika menggunakan opsi penyaringan manapun selain magicformulainvesting.com, anda harus mengambil langkah-langkah berikut ini agar bisa paling mendekat hasil-hasil dari rumus ajaib:
1. Gunakan Return on Assets (ROA) sebagai kriteria penyaringan. Tetapkan ROA minimum pada 25%. (Ini akan butuh tempat return of capital dari studi rumus ajaib)
2. Dari kelompok yang menghasilkan saham ROA tinggi, saringlah saham-saham dengan rasio Harga/Pendapatan (P/E) yang terendah. (Ini akan mengambil tempat earning of yield dari studi rumus ajaib)
3. Eliminasi semua utilitas dan saham finansial (yakni, mutual fund, bank dan perusahaan-perusahaan asuransi) dari daftar.
4. Eliminasi semua perusahaan asing dari daftar. Dalam kebanyakan kasus, ini akan memiliki akhiran “ADR” (singkatan dari American Depository Receipt) di belakang nama saham.
5. Jika sebuah saham memiliki rasio P/E sangat rendah, taruhlah 5 atau kurang, yang bisa mengindikasikan bahwa tahun atau data sebelumnya digunakan dengan cara tertentu. Anda mungkin ingin mengeliminasi setiap perusahaan yang telah mengumumkan pendapatan pekan lalu. (ini seharusnya membantu meminimalkan insiden ketidakbenaran data yang kadaluwarsa).
6. Setelah mendapatkan daftar anda, ikuti langkah 4 dan 8 dari magicformulainvesting.com.
Minggu, 27 Juli 2008
Mr Market
Mr Market
Suatu metafora untuk menjelaskan bagaimana fluktuasi harga yang terjadi di pasar saham oleh Graham.
Hampir sepanjang waktu, pasar hampir selalu akurat dalam menentukan harga sebagian besar saham. Jutaan pembeli dan penjual yang bersitegang mengenai harga dapat menentukan nilai perusahaan dengan sangat baik – pada umumnya.
Namun kadang-kadang, harga tidak begitu tepat, terkadang justru sama sekali salah. Mr Market yang gila kambuhan (maniac depresive) tidak selalu menghargai saham dengan cara yang sama dengan appraiser (penaksir) atau pembeli privat dalam menilai suatu usaha. Alih-alih, ketika saham naik, ia dengan gembira membeli dengan harga lebih tinggi dari pada nilai objectivenya dan ketika harga menurun, ia buru-buru membuangnya dengan harga yang lebih rendah ketimbang nilai sebenarnya.
Apakah Mr Market masih ada? Apakah ia masih bersifat bipolar (berkepribadian ganda)? Anda tahu pasti bahwa ia akan begitu.
Berpikirlah untuk diri anda
Akankah anda membiarkan orang yang telah dinyatakan gila secara medis dan hukum datang ke anda paling sedikit lima kali seminggu hanya untuk mengatakan bahwa anda harus merasakan persis apa yang ia rasakan?
Akankah anda bergembira hanya karena ia juga bergembira atau merasa sengsara hanya menurutnya anda harus sengsara?
Tentu saja tidak!
Anda akan mempertahankan hak anda untuk mengendalikan kehidupan emosional anda sendiri, berdasarkan pengalaman dan keyakinan anda.
Namun ketika menyangkut finansial mereka, jutaan orang membiarkan Mr Market mengatur apa yang harus mereka rasakan dan apa yang harus dikerjakan – terlepas dari fakta bahwa dari waktu ke waktu, ia bisa menjadi lebih gila ketimbang orang gila yang di rumah sakit jiwa.
Investor pintar tidak sepenuhnya mengabaikan Mr Market, anda harus berbisnis dengannya; namun hanya sepanjang ia memenuhi keinginan anda.
Tugas Mr Market adalah memberikan anda harga, tugas anda adalah memutuskan apakah anda memperoleh keuntungan bila menindaklanjuti harga itu. Anda jangan bertransaksi dengannya hanya karena ia terus menerus memohon kepada anda.
Investasi bukanlah soal mengalahkan orang lain dalam permainan mereka. Investasi adalah mengendalikan diri anda dalam permainan anda sendiri.
Tantangan bagi investor pintar bukanlah bagaimana menemukan saham yang akan naik paling tinggi dan turun paling rendah, namun bagaimana mencegah diri anda dari musuh paling kejam bagi anda sendiri dari membeli mahal hanya karena Mr Market berkata “beli” dan dari menjual murah hanya karena Mr Market berkata “jual”.
Investor yang mau saja ikut terbawa arus dan terlalu cemas dengan penurunan pasar tak terduga dari kepemilikannya adalah orang yang dengan latah mengubah keunggulan mendasar menjadi kelemahan mendasar.
Inti masalah brinvestasi bukanlah bagaimana memperoleh uang lebih banyak ketimbang orang lain, namun memperoleh uang yang cukup memenuhi kebutuhan anda.
Cara yang paling baik untuk mengukur keberhasilan investasi anda bukan dengan bertanya apakah telah mengalahkan pasar atau tidak, tetapi dengan bertanya apakah anda memiliki rencana keuangan dan disiplin perilaku yang dapat membawa anda ke tempat yang anda ingin anda tuju.
Pada akhirnya, yang penting adalah bukan melintasi garis finish lebih dulu dari pada orang lain, namun hanya memastikan bahwa anda dapat melintasi garis itu.
Sumber: The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham
Suatu metafora untuk menjelaskan bagaimana fluktuasi harga yang terjadi di pasar saham oleh Graham.
Hampir sepanjang waktu, pasar hampir selalu akurat dalam menentukan harga sebagian besar saham. Jutaan pembeli dan penjual yang bersitegang mengenai harga dapat menentukan nilai perusahaan dengan sangat baik – pada umumnya.
Namun kadang-kadang, harga tidak begitu tepat, terkadang justru sama sekali salah. Mr Market yang gila kambuhan (maniac depresive) tidak selalu menghargai saham dengan cara yang sama dengan appraiser (penaksir) atau pembeli privat dalam menilai suatu usaha. Alih-alih, ketika saham naik, ia dengan gembira membeli dengan harga lebih tinggi dari pada nilai objectivenya dan ketika harga menurun, ia buru-buru membuangnya dengan harga yang lebih rendah ketimbang nilai sebenarnya.
Apakah Mr Market masih ada? Apakah ia masih bersifat bipolar (berkepribadian ganda)? Anda tahu pasti bahwa ia akan begitu.
Berpikirlah untuk diri anda
Akankah anda membiarkan orang yang telah dinyatakan gila secara medis dan hukum datang ke anda paling sedikit lima kali seminggu hanya untuk mengatakan bahwa anda harus merasakan persis apa yang ia rasakan?
Akankah anda bergembira hanya karena ia juga bergembira atau merasa sengsara hanya menurutnya anda harus sengsara?
Tentu saja tidak!
Anda akan mempertahankan hak anda untuk mengendalikan kehidupan emosional anda sendiri, berdasarkan pengalaman dan keyakinan anda.
Namun ketika menyangkut finansial mereka, jutaan orang membiarkan Mr Market mengatur apa yang harus mereka rasakan dan apa yang harus dikerjakan – terlepas dari fakta bahwa dari waktu ke waktu, ia bisa menjadi lebih gila ketimbang orang gila yang di rumah sakit jiwa.
Investor pintar tidak sepenuhnya mengabaikan Mr Market, anda harus berbisnis dengannya; namun hanya sepanjang ia memenuhi keinginan anda.
Tugas Mr Market adalah memberikan anda harga, tugas anda adalah memutuskan apakah anda memperoleh keuntungan bila menindaklanjuti harga itu. Anda jangan bertransaksi dengannya hanya karena ia terus menerus memohon kepada anda.
Investasi bukanlah soal mengalahkan orang lain dalam permainan mereka. Investasi adalah mengendalikan diri anda dalam permainan anda sendiri.
Tantangan bagi investor pintar bukanlah bagaimana menemukan saham yang akan naik paling tinggi dan turun paling rendah, namun bagaimana mencegah diri anda dari musuh paling kejam bagi anda sendiri dari membeli mahal hanya karena Mr Market berkata “beli” dan dari menjual murah hanya karena Mr Market berkata “jual”.
Investor yang mau saja ikut terbawa arus dan terlalu cemas dengan penurunan pasar tak terduga dari kepemilikannya adalah orang yang dengan latah mengubah keunggulan mendasar menjadi kelemahan mendasar.
Inti masalah brinvestasi bukanlah bagaimana memperoleh uang lebih banyak ketimbang orang lain, namun memperoleh uang yang cukup memenuhi kebutuhan anda.
Cara yang paling baik untuk mengukur keberhasilan investasi anda bukan dengan bertanya apakah telah mengalahkan pasar atau tidak, tetapi dengan bertanya apakah anda memiliki rencana keuangan dan disiplin perilaku yang dapat membawa anda ke tempat yang anda ingin anda tuju.
Pada akhirnya, yang penting adalah bukan melintasi garis finish lebih dulu dari pada orang lain, namun hanya memastikan bahwa anda dapat melintasi garis itu.
Sumber: The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham
Minggu, 20 Juli 2008
Sukses Berinvestasi ala Buffett
SUKSES BERINVESTASI ALA BUFFETT
BAB 1
Pilihlah Kesederhanaan Bukan Kompleksitas
Pada saat berinvestasi, buat hal tersebut sesederhana mungkin. Lakukan hal-hal yang mudah dan jelas, saran Buffet: tidak perlu mengembangkan jawaban yang rumit untuk masalah yang rumit.
Ingat bahwa tingkat kesulitan tidak diperhitungkan dalam berinvestasi. Carilah perusahaan yang bertahan lama dengan model bisnis yang mudah diprediksi.
Jika anda tidak memahami sebuah bisnis, jangan anda beli.
Berikut tiga prinsip yang harus mendasari setiap keputusan investasi anda:
Selalu pertahankan kesederhanaan.
Tentukan sendiri keputusan investasi anda.
Belajarlah dari orangt-orang yang menjadi panutan Buffett.
Jangan lupa bahwa strategi sederhana Buffett telah memberinya hasil yang luar biasa.
BAB 2
Putuskan Sendiri Investasi Anda
Jangan dengarkan para pialang, analisis, atau pakar. Temukan sendiri cara investasi anda.
Ketika anda didekati oleh seseorang penasihat investasi atau ahli keuangan lainnya, tanyakan, “Apa manfaatnya bagi anda?” Jika jawaban mereka tidak memuaskan, pergi dan tinggalkan saja mereka.
Jadilah investor nilai. Hal itu telah terbukti menjadi teknik yang paling menguntungkan dalam jangka panjang.
Untuk para pemula, coba ikuti ajaran-ajaran dasar metode Buffett ini:
Pelajari pengetahuan dasar mengenai akuntansi dan pasar keuangan.
Hadapi para penasihat keuangan, pialang, dan para peramal yang Cuma mgomong doank dengan skeptisisme dalam dosis yang culup.
Ingatlah bahwa tidak seorang pun mempunyai derajat investasi sebaik Buffett.
Pemahaman terhadap gagasan dan tindakan Buffett akan menghasilkan sebuah pedoman yang dapat anda ikuti sendiri tanpa bantuan orang lain.
BAB 3
Petahankan Temperamen Yang Tepat
Biar saja orang-orang bertindak berlebihan dalam merespons pasar, saran Buffett. Berpikirlah jernih saat orang lain tidak melakukannya, dan anda akan memperoleh keuntungan.
Jangan memiliki saham yang akan menyebabkan Anda panik dan melemparnya bila harganya jatuh hingga 50 persen.
Berikut ini tiga saran yang akan membantu anda melalui masa-masa yang cerah dan suram:
Pertahankan saham di bisnis-bisnis hebat.
Kenali diri anda.
Jangan pernah membuat keputusan investasi karena saran orang.
Untuk dapat sukses di pasar, ujar Buffett, anda hanya memerlukan kecerdasan rata-rata. Namun di samping itu, anda harus memiliki temperamen yang dapat membantu anda mengatasi badai dan bertahan pada rencana jangka panjang anda. Jika bisa tetap tenang saat orang-orang di sekitar anda panik, anda akan berhasil.
BAB 4
Bersabarlah
Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan, saran Buffett. Jika anda tidak siap memegang saham tertentu selam satu dekade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut.
Belajarlah untuk mempraktikkan prinsip kesabaran Buffett. Prinsip ini akan membantu anda mengumpulkan laba yang lebih besar dari pasar saham dalam jangka panjang.
Jangan terpaku pada harga saham. Namun pelajari bisnis yang mendasarinya, kapasitas menghasilkan labanya, masa depannya, dan lain-lain.
Beberapa tips langsung dari aturan main Berkshire Hathaway:
Patuhi saran Charlie Munger.
Beli saham yang tidak akan anda perjual-belikan selama lima tahun atau lebih.
Ingatlah bahwa “waktu adalah sahabat bisnis yang hebat”.
Jika pertanyaannya adalah,”berapa lama anda akan menunggu?” dengan kata lain, berapa lama anda akan menahan saham tertentu-jawaban Buffett adalah,”Jika kita telah membuat keputusan yang benar, kita akan menunggu selamanya.”
BAB 5
Belilah Bisnis, Bukan Saham
Begitu anda mendapatkan bisnis yang tepat, abaikan orang lain yang mengkhawatirkan pasar saham.
Kinerja bisnis adalah kunci dalam memilih saham. Pelajari catatan kinerja jangka panjang setiap perusahaan yang ada dalam “keranjang belanja” anda.
Carilah kepastian dalam pasar yang tidak pasti yaitu bisnis yang cenderung berkinerja lebih baik di antara bisnis lain yang sejenis dalam jangka panjang.
Beberapa hal yang dapat dilakukan para investor untuk membantu pengamatan jangka panjang mereka:
Ingatlah bahwa saham adalah bagian dari bisnis.
Evaluasi fundamental bisnis sebelum anda membeli saham apapun.
Gunakan informasi untuk mengerjakan PR anda.
Jangan berpikir mengenai “saham dalam jangka pendek.” Berpikirlah mengenai “bisnis dalam jangka panjang.”
BAB 6
Carilah Perusahaan Franchise
Menurut Buffett, ada sejumlah bisnis yang dapat disebut franchise. Bisnis Franchise itu seperti bangunan yang dikelilingi benteng yang tinggi dan parit yang dalam. Bisnis semacam ini tidak terkalahkan. Bisnis semacam inilah yang ingin anda temukan.
Carilah perusahaan yang sekuat benteng. Tentukan perusahaan yang menonjol di antara para pesaingnya.
Jangan keluar masuk pasar. Penelitian menunjukkan bahwa transaksi yang terlalu sering dapat meningkatkan kerugian.
Berikut beberapa saran yang dapat membantu anda memilih dan mempertahankan perusahaan yang tepat:
Carilah franchise yang akan bertahan dalam ujian tertentu.
Pelajari fundamental bisnis sebelum anda membelinya.
Jangan ragu untuk melakukan “strike” sebelum anda memukul.
Jika anda melihat kerumunan ikan piranha dan buaya berenang dalam parit lebar yang ada di sekeliling kastil, Kata Buffett, anda telah menemukan jenis bisnis berumur panjang yang menguntungkan investor.
BAB 7
Belilah Perusahaan Berteknologi Rendah, Bukan Berteknologi Tinggi
Dalam dunia Buffett, investasi yang sukses jarang merupakan suatu aktivitas yang heboh. Investasi yang sukses jarang dihasilkan dari hal secanggih roket dan laser, dan lebih banyak dihasilkan oleh batu bata, karpet, cat, dan penyekat.
Jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan yang terlalu cepat, yang melibatkan perusahaan yang relatif rumit (misalnya, perusahaan berteknologi tinggi). Perusahaan semacam ini paling sulit diprediksi dalam jangka panjang.
Tiga cara untuk memperbaiki investasi anda:
Hindari bisnis dalam industri yang terus berubah.
Berinvestasi pada bisnis-bisnis generasi “perekonomian lama”.
Ingatlah bahwa perlu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.
Carilah ketiadaan perubahan. Carilah perusahaan yang perubahannya di masa depan hanyalah berup penambah bisnis.
BAB 8
Konsentrasikan Inventasi Saham Anda
Hindari apa yang disebut Buffett sebagai investasi gaya “Kapal Nabi Nuh”- yaitu, mencomot sedikit ini dan sedikit itu. Lebih baik mempunyai investasi yang masing-masing memiliki nilai uang yang lebih besar.
Ketika anda yakin mengenai prospek dari suatu bisnis yang kuat, bertindaklah agresif dan tingkatkan investasi anda untuk memperkuat posisi, bukannya membeli saham di urutan ke 15 atau ke 20 dalam daftar investasi yang dapat anda lakukan.
Bagaimana anda dapat memanfaatkan strategi Buffett ini? Cobalah tiga kiat berikut ini:
Pada saat menyusun portfolio saham anda, tetapkan untuk tidak memiliki lebih dari 10 saham.
Pastikan bahwa saham yang anda beli sesuai dengan kriteria Buffett.
Beranilah.
Konsentrasi portfolio-kebalikan dari strategi diversifikasi-juga mempunyai daya yang luar biasa untuk membantu anda memfokuskan pikiran. Bagaimana mungkin? Jika anda meletakkan semua telur anda hanya pada beberapa keranjang, anda tidak akan punya kecenderungan untuk melakukan investasi berdasarkan suasana hati atau emosi.
BAB 9
Terapkan Ketidakaktifan, Bukan Hiperaktivitas
Ada saatnya ketika tidak mengerjakan apa pun merupakan suatu bentuk kecerdasan investasi.
Jangan bertransaksi hanya untuk tujuan transaksi. Transaksi yang sering adalah karakteristik investor yang hyperaktif, yang cenderung akan mengalami lebih banyak kerugian daripada mendapat keuntungan.
Bagaiman meyakinkan diri anda untuk tidak terlarut dalam kehebohan pasar dan bertransaksi terlalu sering? Cobalah beberapa prinsip Buffett berikut:
Jadilah pelaku transaksi perdekade, bukan pelaku transaksi harian atau swing trader.
Jangan menyalahartikan aktifitas dengan kesuksesan.
Waspadalah dengan biaya-biaya terselubung.
Ketika anda diliputi keraguan, bersantailah. Lebih baik ngorok daripada memutar roda anda dan memunculkan biaya.
BAB 10
Jangan Melihat Ticker
Tickers hanya menunjukkan harga. Investasi tidak sekedar mengenai harga.
Kekang diri anda. Jauhkan diri dari tickers. Berhentilah melihat harga saham setiap hari.
Apa yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan kebiasaan investasi Buffett? Pertimbangkan hal-hal berikut ini:
Hentikan kegaduhan itu.
Pelajari lapangan permainan dan bukan papan nilai.
Pahami nilai dari sesuatu dan bukan harga dari semuanya.
Warren Buffett tidak mengetahui harga jual saham perusahaannya sendiri- Berkshire Hathaway –hari ini. Dia tidak mengetahui dan tidak begitu peduli berapa harga jualnya kemarin atau berapa harga jualnya besok. Dia hanya peduli pada berapa harga jualnya satu dekade dari sekarang- karena hal itu akan menjadi ukuran kinerja perusahaannya, dan dengan begitu merupakan nilai sejatinya.
BAB 11
Lihatlah Penurunan Pasar Sebagai Peluang Membeli
Penurunan pasar bukanlah pkulan; tetapi peluang membeli. Jika orang kebanyakan mulai lari meninggalkan saham yang bagus, berlarilah untuk mendapatkannya.
Carilah bisnis berkualitas yang “didiskon” karena alasan-alasan selain fundamental bisnis atau kualitas manajemennya.
Bagaimana anda dapat menyuntikkan sihir Buffett ke dalam tehnik investasi anda sendiri? Simak hal-hal berikut:
Ubahlah cara berpikir anda dalam berinvestasi.
Selalu mencari nilai.
Sambarlah peluang ketika tiga variabel Buffett mencul bersamaan.
Buffett mengatakan bahwa investor tidak rugi pada saat pasar jatuh- hanya “non investor” yang rugi. Oleh karena itu, jadilah seperti Buffett: jadilah investor.
BAB 12
Jangan Mencoba Memukul Setiap Lemparan Bola Yang Datang
Bagaimana jika anda harus memprediksi apa yang akan terjadi pada setiap saham yang terdaftar dalam indeks Standar & Poor’s (S&P) 500 selama beberapa tahun ke depan? Dalam skenario ini, Warren Buffett- investor terbesar sepanjang zaman- tidak menyukai peluangnya menemukan jawaban yang benar. Namun bagaimana jika tugas anda adalah menemukan hanya satu saham di antara 500 saham itu yang akan tetap bagus? Dalam skenario yang sudah direvisi ini, sekarang Buffett menyukai peluangnya, yang menurut dia kemungkinannya 9 dari 10.
Dalam berinvestasi terdapat hal yang serupa dengan strike zone- dan juga dengan “sweet spot”.
Bagaimana anda dapat meningkatkan peluang anda untuk sukses dalam berinvestasi? Cobalah hal-hal berikut:
Terapkan gagasan “investasi terbatas” Buffett pada portfolio anda.
Pastikan bahwa lemparan bola menuju sweet spot.
Jangan terburu-buru mengayunkan pemukul.
Hanya beberapa investasi baguslah yang diperlukan.
BAB 13
Abaikan Yang Makro; Fokuslah Yang Mikro
Menurut Warren Buffett, hal-hal besar- tren-tren besar yang berada di luar bisnis- tidak penting. Hal-hal kecil-lah, hal-hal yang terkait secara khusus dengan bisnis, yang berarti.
Agar anda dapat mengenakan “kaca mata kuda Buffett”, pertimbangkanlah hal-hal berikut ini:
Jangan berpura-pura menjadi seorang ekonom jika anda bukan ekonom.
Jangan panik.
Peristiwa makro dapat menciptakan peluang.
Buffett mengakui bahwa mungkin saja terjadi bencana yang sangat buruk yang membuat pasar jatuh dan tidak pulih lagi. (Dia mengemukakan penggunaan senjata pemusnah massal oleh teroris sebagai salah satu skenario). Namunsek]lain itu, kata Buffett, hal-hal eksternal tidak penting- dan, lagipula, anda tidak dapat memprediksinya. Fokus pada apa yang dapat anda ketahui; beroperasinya bisnis-bisnis yang bagus.
BAB 14
Perhatikan Baik-Baik Manajemennya
Analisisnya dimulai dengan- dan acap kali diakhiri dengan- satu pertanyaan kunci: Siapa yang memegang kendali di sini?
Untuk menghindari petaka semacam ini, dan untuk meningkatkan peluang anda melakukan investasi yang berhasil, selalu lakukan hal-hal berikut:
Evaluasi tim menajemen sebelum berinvestasi.
Carilah perusahaan yang ramah pada pemegang saham.
Hindarilah berinvestasi pada perusahaan apapun yang punya sejarah memain-mainkan catatan keuangan dan akuntansinya.
Jika manajemen lebih menekankan penampilan kinerjanya dibandingkan substansi kinerjanya, kata Buffett, simpan dompet anda di saku.
Bab 15
Ingat, Sang Kaisar Tidak Pakai Baju Di Wall Street
Wall Street, kata Buffett, adalah satu-satunya tempat di mana orang-orang pergi ke sana naik Rolls Royce untuk mendapatkan nasihat dari orang-orang yang naik subway.
Berikut ada tiga hal yang dapat anda lakukan untuk dapat memahami apa yang benar-benar penting pada saat mebuat keputusan investasi:
Abaikan pabrik.
Jika ada orang yang mengatakan bahwa mereka mempunyai metode yang “tak mungkin salah” untuk menjadi kaya di pasar saham, larilah, jangan hanya berjalan, ke pintu keluar terdekat.
Berinvestailah seperti Benjamin Graham.
Prospektus sebagian besar reksadana menyatakan –dalam huruf kecil- bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Buffett mengatakan hal yang sama mengenai pasar: Jika sejarah mengungkapkan jalan menuju kekayaan, para pustakawan pasti akan kaya.
BAB 16
Berpikirlah Independen
Pada saat berinvestasi, anda perlu berpikir independen.
Jangan dekat-dekat dengan kawanan yang sedang mengamuk. Jika tidak, anda dan investasi anda mungkin akan terbawa arus.
Pelajran yang bisa ditarik dari Buffett adalah mengandalkan fakta dan alasan dalam membuat keputusan investasi anda. Jangan membuat keputusan hanya karena hal tersebut paling populer atau karena berlawanan dengan arus.
Jangan pernah menukar pemikiran independen dengan pendapatan umum.
Jadikan cara berpikir independen sebagai aset terbesar portfolio anda.
Jangan menjadi investor “pelawan arus” tanpa berpikir.
Kumpulkan fakta-fakta anda, duduk, dan berpikirlah, saran Buffet. Tidak ada yang bisa mengerti hal tersebut!
BAB 17
Tetaplah Berada Dalam Lingkaran Kompetensi Anda
Kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasi-lah pada wilyah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan peluang yang muncul di luar wilayah itu.
Berikut tiga peraturan yang harus dipatuhi pada saat menyusun portfolio investasi anda:
Tulislah daftar industri dan bisnis yang anda merasa paling nyaman bersamanya.
Jangan membuat pengecualian dalam peraturan lingkaran kompetensi anda.
Ainkan permainan anda, bukan permainan orang lain.
Jika anda dapat menempatkan 90 persen dari bisnis yang ada di luar lingkaran kompetensi anda, sangat mungkin bagi anda untuk melakukan investasi jauh lebih baik pada 10 persen yang tersisa.
BAB 18
Abaikan Ramalan Pasar Saham
Ramalan jangka pendek mengenai harga saham atau obligasi tidaklah berguna, kata Warren Buffett. Ramalan itu lebih memberi anda informasi mengenai para peramalnya dan bukan informasi mengenai masa depan.
Sebagai ringkasan, berikut tiga tips mengenai bagaimana mengatasi ramalan dengan cara Buffett:
Hilangkan keterlibatan ramalan apa pun dalam keputusan investasi anda.
Alihkan waktu yang akan anda gunakan untuk mendengar ramalan dengan menganalisis track record bisnis.
Kembangkan strategi investasi yang tidak tergantung pada seluruh pergerakan pasar.
Semakin bergejolak atau spekulatifnya pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan- tapi pada saat itu pula ramalan punya peluang untuk tepat yang paling kecil. Semakin seseorang mengklaim bahwa ramalannya di pasar yang bergejolak tepat, anda harus semakin skeptis.
BAB 19
Pahami “Mr. Market” Dan “Margin Of Safety”
Apa yang membuat seseorang menjadi investor yang baik? Menurut Warren Buffett, investor yang baik mengkombinasikan pertimbangan bisnis yang baik dengan kemampuan untuk mengabaikan pergerakan liar di pasar. Ketika emosi mulai berputar, kata Buffett, ingatlah konsep Ben Graham mengenai “Mr. Market”, dan carilah “Margin of Safety”.
Pada saat Mr. Market menciptakan margins of safety, inilah saatnya beraksi:
Pastikan bahwa anda memahami konsep Buffett mengenai Mr. Market dan Margin of Safety.
Perhatikan analogi Buffett.
Nantikan kesempatan anda, dan tunggulah saat Mr. Market tertekan dan menurunkan harga saham serendah mungkin, sehingga memunculkan peluang membeli dengan margin of safety.
Beberap pihak mengeluhkan gejolak pasar. Buffett tidak: Dia percaya bahwa gejolak (volatility)- perubahan suasan hati Mr. Market yang dramatis- adalah faktor yang menciptakan peluang bagi investor yang cerdik. Tunggulah sampai orang-orang bertindak bodoh, dan kemudian bertindaklah dengan bijak.
BAB 20
Takutlah Saat Orang Lain Tamak, Dan Tamaklah Saat Orang Lain Takut
Anda bisa memprediksi bahwa orang akan bersikap tamak, takut, aatau bodoh, kata Buffett. Namun anda tidak dapat memprediksi kapan atau bagaimana urutannya.
Berikut beberapa peraturan yang harus diterapkan saat memformulasikan strategi investasi “takut saat orang-orang tamak”:
Belilah saat orang-orang menjual dan jual saat orang-orang membeli.
Bersiaplah untuk bertindak cepat ketika muncul peluang.
Apa yang akan terjadi besok? Apakah pasar akan naik, turun, atau bergerak mendatar? Bagi Warren buffett itu bukanlah pertanyaan yang menarik- kecuali apabila “penyakit menular” tamak dan takut akan mempengaruhi prospek investasinya sendiri, entah melalui penurunan harga dan penciptaan peluang atau dengan kenaikan harga yangmenutup peluang. Pada saat peluang muncul, Buffett bersiap-siap untuk bergerak. Pada saat ketamakan menguasai, Buffett bersiap-siap untuk menunggu di luar arena.
BAB 21
Baca, Baca Lagi, Dan Berpikirlah
Bagaimana Warren Buffett- investor terbesar dunia- menghabiskan waktunya? Menurut perhitungannya, dia menghabiskan 6 jam sehari untuk membaca dan satu atau dua jam untuk menelepon. Sisa waktunya dia gunakan untuk berpikir.
Milikilah kebiasaan membaca.
Bacalah laporan tahunan dan surat-surat Buffett.
Gunakan waktu anda hanya untuk membaca hal-hal yang layak dibaca.
Buffett percaya bahwa- tidak seperti industri-industri lain- industri investasi adalah sebuah industri tempat pengetahuan berakumulasi dan pengetahuan itu ada untuk ditemukan oleh mereka yang memang ingin menggalinya. Sarannya: jadilah penggali. Dalam banyak hal, itu juga bisa diterjemahkan langsung sebagai jadilah pembaca.
BAB 22
Gunakan Segenap Tenaga Kuda Yang Anda Miliki
Seberapa besar tenaga mesin anda, dan seberapa efisien anda menjalankan mesin tersebut? Menurut Warren Buffett, banyak orang memiliki “mesin berkekuatan 400 tenaga kuda” tapi mengeluarkan 100 tenaga kuda. (dengan kata lain, orang-orang yang cerdas sering kali membiarkan mereka teralihkan perhatiannya dari tugas yang sedang dikerjakan dan bertindak dengan cara irrasional). Orang yang mampu mengeluarkan tenaga penuh dari mesin berkekuatan 299 tenaga kuda, kata Buffett, jauh lebih baik.
Pastikan bahwa anda telah menemukan panutan yang tepat.
Berpegang teguhlah pada perilaku rasional, kebiasaan yang baik, dan watak yang baik.
Tulislah kebiasaan, tindakan, dan filosofi yang ingin anda miliki.
Kesuksesan finansial hanyalah masalah “melakukan kebiasaan yang baik”.
BAB 23
Hindari Kesalahan Mahal Yang Diperbuat Orang Lain
Teman dan kolega Buffett, Charlie Munger, selalu menekankan untuk belajar dari kesalahan agar tidak terperosok ke dalamnya.
Jika terdengar terlalu mudah, bisa jadi memang mustahil terjadi.
Terlibat aktiflah dalam proses pembuatan keputusan investasi anda dan jangan pernah melepaskan kendali atas portfolio anda.
Selalu perhatikan biaya.
Belajarlah dari kesalahan orang lain, kata Buffett, tidak ada alasan untuk menjalani sendiri kisah sedih yang telah dialami orang lain.
BAB 24
Jadilah Investor Yang Andal
Buffett mengatakan bahwa Ben Graham berbicara mengenai invesatsi yang andal. Dia tidak berbicara mengenai investasi yang brilian atau tren dan mode, dan hal bagus mengenai investasi yang adalah bahwa investasi ini bisa membuat anda kaya jika anda tidak terlalu tergesa-gesa, dan yang lebih bagus lagi, investasi ini tidak akan pernah membuat anda miskin.
Untuk menjadi investor yang andal, kembangkanlah kebiasaan investasi yang andal.
Lawanlah selalu gangguan untuk mendapatkan kisah nyatanya.
Selalu praktikkan program perbaikan secara terus menerus.
Berinvestasi tidak banyak berkaitan dengan memecahkan masalah bisnis yang sulit, kata Warren Buffett, tetapi justru lebih banyak berhubungan dengan cara menghindarinya. Ini mengenai menemukan dan melompati gawang setinggi satu kaki dan bukan mengembangkan ketrampilan luar biasa untuk melompati gawang setinggi tujuh kaki.
Sumber: Sukses berinvestasi ala Buffett oleh James Pardoe
BAB 1
Pilihlah Kesederhanaan Bukan Kompleksitas
Pada saat berinvestasi, buat hal tersebut sesederhana mungkin. Lakukan hal-hal yang mudah dan jelas, saran Buffet: tidak perlu mengembangkan jawaban yang rumit untuk masalah yang rumit.
Ingat bahwa tingkat kesulitan tidak diperhitungkan dalam berinvestasi. Carilah perusahaan yang bertahan lama dengan model bisnis yang mudah diprediksi.
Jika anda tidak memahami sebuah bisnis, jangan anda beli.
Berikut tiga prinsip yang harus mendasari setiap keputusan investasi anda:
Selalu pertahankan kesederhanaan.
Tentukan sendiri keputusan investasi anda.
Belajarlah dari orangt-orang yang menjadi panutan Buffett.
Jangan lupa bahwa strategi sederhana Buffett telah memberinya hasil yang luar biasa.
BAB 2
Putuskan Sendiri Investasi Anda
Jangan dengarkan para pialang, analisis, atau pakar. Temukan sendiri cara investasi anda.
Ketika anda didekati oleh seseorang penasihat investasi atau ahli keuangan lainnya, tanyakan, “Apa manfaatnya bagi anda?” Jika jawaban mereka tidak memuaskan, pergi dan tinggalkan saja mereka.
Jadilah investor nilai. Hal itu telah terbukti menjadi teknik yang paling menguntungkan dalam jangka panjang.
Untuk para pemula, coba ikuti ajaran-ajaran dasar metode Buffett ini:
Pelajari pengetahuan dasar mengenai akuntansi dan pasar keuangan.
Hadapi para penasihat keuangan, pialang, dan para peramal yang Cuma mgomong doank dengan skeptisisme dalam dosis yang culup.
Ingatlah bahwa tidak seorang pun mempunyai derajat investasi sebaik Buffett.
Pemahaman terhadap gagasan dan tindakan Buffett akan menghasilkan sebuah pedoman yang dapat anda ikuti sendiri tanpa bantuan orang lain.
BAB 3
Petahankan Temperamen Yang Tepat
Biar saja orang-orang bertindak berlebihan dalam merespons pasar, saran Buffett. Berpikirlah jernih saat orang lain tidak melakukannya, dan anda akan memperoleh keuntungan.
Jangan memiliki saham yang akan menyebabkan Anda panik dan melemparnya bila harganya jatuh hingga 50 persen.
Berikut ini tiga saran yang akan membantu anda melalui masa-masa yang cerah dan suram:
Pertahankan saham di bisnis-bisnis hebat.
Kenali diri anda.
Jangan pernah membuat keputusan investasi karena saran orang.
Untuk dapat sukses di pasar, ujar Buffett, anda hanya memerlukan kecerdasan rata-rata. Namun di samping itu, anda harus memiliki temperamen yang dapat membantu anda mengatasi badai dan bertahan pada rencana jangka panjang anda. Jika bisa tetap tenang saat orang-orang di sekitar anda panik, anda akan berhasil.
BAB 4
Bersabarlah
Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan, saran Buffett. Jika anda tidak siap memegang saham tertentu selam satu dekade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut.
Belajarlah untuk mempraktikkan prinsip kesabaran Buffett. Prinsip ini akan membantu anda mengumpulkan laba yang lebih besar dari pasar saham dalam jangka panjang.
Jangan terpaku pada harga saham. Namun pelajari bisnis yang mendasarinya, kapasitas menghasilkan labanya, masa depannya, dan lain-lain.
Beberapa tips langsung dari aturan main Berkshire Hathaway:
Patuhi saran Charlie Munger.
Beli saham yang tidak akan anda perjual-belikan selama lima tahun atau lebih.
Ingatlah bahwa “waktu adalah sahabat bisnis yang hebat”.
Jika pertanyaannya adalah,”berapa lama anda akan menunggu?” dengan kata lain, berapa lama anda akan menahan saham tertentu-jawaban Buffett adalah,”Jika kita telah membuat keputusan yang benar, kita akan menunggu selamanya.”
BAB 5
Belilah Bisnis, Bukan Saham
Begitu anda mendapatkan bisnis yang tepat, abaikan orang lain yang mengkhawatirkan pasar saham.
Kinerja bisnis adalah kunci dalam memilih saham. Pelajari catatan kinerja jangka panjang setiap perusahaan yang ada dalam “keranjang belanja” anda.
Carilah kepastian dalam pasar yang tidak pasti yaitu bisnis yang cenderung berkinerja lebih baik di antara bisnis lain yang sejenis dalam jangka panjang.
Beberapa hal yang dapat dilakukan para investor untuk membantu pengamatan jangka panjang mereka:
Ingatlah bahwa saham adalah bagian dari bisnis.
Evaluasi fundamental bisnis sebelum anda membeli saham apapun.
Gunakan informasi untuk mengerjakan PR anda.
Jangan berpikir mengenai “saham dalam jangka pendek.” Berpikirlah mengenai “bisnis dalam jangka panjang.”
BAB 6
Carilah Perusahaan Franchise
Menurut Buffett, ada sejumlah bisnis yang dapat disebut franchise. Bisnis Franchise itu seperti bangunan yang dikelilingi benteng yang tinggi dan parit yang dalam. Bisnis semacam ini tidak terkalahkan. Bisnis semacam inilah yang ingin anda temukan.
Carilah perusahaan yang sekuat benteng. Tentukan perusahaan yang menonjol di antara para pesaingnya.
Jangan keluar masuk pasar. Penelitian menunjukkan bahwa transaksi yang terlalu sering dapat meningkatkan kerugian.
Berikut beberapa saran yang dapat membantu anda memilih dan mempertahankan perusahaan yang tepat:
Carilah franchise yang akan bertahan dalam ujian tertentu.
Pelajari fundamental bisnis sebelum anda membelinya.
Jangan ragu untuk melakukan “strike” sebelum anda memukul.
Jika anda melihat kerumunan ikan piranha dan buaya berenang dalam parit lebar yang ada di sekeliling kastil, Kata Buffett, anda telah menemukan jenis bisnis berumur panjang yang menguntungkan investor.
BAB 7
Belilah Perusahaan Berteknologi Rendah, Bukan Berteknologi Tinggi
Dalam dunia Buffett, investasi yang sukses jarang merupakan suatu aktivitas yang heboh. Investasi yang sukses jarang dihasilkan dari hal secanggih roket dan laser, dan lebih banyak dihasilkan oleh batu bata, karpet, cat, dan penyekat.
Jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan yang terlalu cepat, yang melibatkan perusahaan yang relatif rumit (misalnya, perusahaan berteknologi tinggi). Perusahaan semacam ini paling sulit diprediksi dalam jangka panjang.
Tiga cara untuk memperbaiki investasi anda:
Hindari bisnis dalam industri yang terus berubah.
Berinvestasi pada bisnis-bisnis generasi “perekonomian lama”.
Ingatlah bahwa perlu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.
Carilah ketiadaan perubahan. Carilah perusahaan yang perubahannya di masa depan hanyalah berup penambah bisnis.
BAB 8
Konsentrasikan Inventasi Saham Anda
Hindari apa yang disebut Buffett sebagai investasi gaya “Kapal Nabi Nuh”- yaitu, mencomot sedikit ini dan sedikit itu. Lebih baik mempunyai investasi yang masing-masing memiliki nilai uang yang lebih besar.
Ketika anda yakin mengenai prospek dari suatu bisnis yang kuat, bertindaklah agresif dan tingkatkan investasi anda untuk memperkuat posisi, bukannya membeli saham di urutan ke 15 atau ke 20 dalam daftar investasi yang dapat anda lakukan.
Bagaimana anda dapat memanfaatkan strategi Buffett ini? Cobalah tiga kiat berikut ini:
Pada saat menyusun portfolio saham anda, tetapkan untuk tidak memiliki lebih dari 10 saham.
Pastikan bahwa saham yang anda beli sesuai dengan kriteria Buffett.
Beranilah.
Konsentrasi portfolio-kebalikan dari strategi diversifikasi-juga mempunyai daya yang luar biasa untuk membantu anda memfokuskan pikiran. Bagaimana mungkin? Jika anda meletakkan semua telur anda hanya pada beberapa keranjang, anda tidak akan punya kecenderungan untuk melakukan investasi berdasarkan suasana hati atau emosi.
BAB 9
Terapkan Ketidakaktifan, Bukan Hiperaktivitas
Ada saatnya ketika tidak mengerjakan apa pun merupakan suatu bentuk kecerdasan investasi.
Jangan bertransaksi hanya untuk tujuan transaksi. Transaksi yang sering adalah karakteristik investor yang hyperaktif, yang cenderung akan mengalami lebih banyak kerugian daripada mendapat keuntungan.
Bagaiman meyakinkan diri anda untuk tidak terlarut dalam kehebohan pasar dan bertransaksi terlalu sering? Cobalah beberapa prinsip Buffett berikut:
Jadilah pelaku transaksi perdekade, bukan pelaku transaksi harian atau swing trader.
Jangan menyalahartikan aktifitas dengan kesuksesan.
Waspadalah dengan biaya-biaya terselubung.
Ketika anda diliputi keraguan, bersantailah. Lebih baik ngorok daripada memutar roda anda dan memunculkan biaya.
BAB 10
Jangan Melihat Ticker
Tickers hanya menunjukkan harga. Investasi tidak sekedar mengenai harga.
Kekang diri anda. Jauhkan diri dari tickers. Berhentilah melihat harga saham setiap hari.
Apa yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan kebiasaan investasi Buffett? Pertimbangkan hal-hal berikut ini:
Hentikan kegaduhan itu.
Pelajari lapangan permainan dan bukan papan nilai.
Pahami nilai dari sesuatu dan bukan harga dari semuanya.
Warren Buffett tidak mengetahui harga jual saham perusahaannya sendiri- Berkshire Hathaway –hari ini. Dia tidak mengetahui dan tidak begitu peduli berapa harga jualnya kemarin atau berapa harga jualnya besok. Dia hanya peduli pada berapa harga jualnya satu dekade dari sekarang- karena hal itu akan menjadi ukuran kinerja perusahaannya, dan dengan begitu merupakan nilai sejatinya.
BAB 11
Lihatlah Penurunan Pasar Sebagai Peluang Membeli
Penurunan pasar bukanlah pkulan; tetapi peluang membeli. Jika orang kebanyakan mulai lari meninggalkan saham yang bagus, berlarilah untuk mendapatkannya.
Carilah bisnis berkualitas yang “didiskon” karena alasan-alasan selain fundamental bisnis atau kualitas manajemennya.
Bagaimana anda dapat menyuntikkan sihir Buffett ke dalam tehnik investasi anda sendiri? Simak hal-hal berikut:
Ubahlah cara berpikir anda dalam berinvestasi.
Selalu mencari nilai.
Sambarlah peluang ketika tiga variabel Buffett mencul bersamaan.
Buffett mengatakan bahwa investor tidak rugi pada saat pasar jatuh- hanya “non investor” yang rugi. Oleh karena itu, jadilah seperti Buffett: jadilah investor.
BAB 12
Jangan Mencoba Memukul Setiap Lemparan Bola Yang Datang
Bagaimana jika anda harus memprediksi apa yang akan terjadi pada setiap saham yang terdaftar dalam indeks Standar & Poor’s (S&P) 500 selama beberapa tahun ke depan? Dalam skenario ini, Warren Buffett- investor terbesar sepanjang zaman- tidak menyukai peluangnya menemukan jawaban yang benar. Namun bagaimana jika tugas anda adalah menemukan hanya satu saham di antara 500 saham itu yang akan tetap bagus? Dalam skenario yang sudah direvisi ini, sekarang Buffett menyukai peluangnya, yang menurut dia kemungkinannya 9 dari 10.
Dalam berinvestasi terdapat hal yang serupa dengan strike zone- dan juga dengan “sweet spot”.
Bagaimana anda dapat meningkatkan peluang anda untuk sukses dalam berinvestasi? Cobalah hal-hal berikut:
Terapkan gagasan “investasi terbatas” Buffett pada portfolio anda.
Pastikan bahwa lemparan bola menuju sweet spot.
Jangan terburu-buru mengayunkan pemukul.
Hanya beberapa investasi baguslah yang diperlukan.
BAB 13
Abaikan Yang Makro; Fokuslah Yang Mikro
Menurut Warren Buffett, hal-hal besar- tren-tren besar yang berada di luar bisnis- tidak penting. Hal-hal kecil-lah, hal-hal yang terkait secara khusus dengan bisnis, yang berarti.
Agar anda dapat mengenakan “kaca mata kuda Buffett”, pertimbangkanlah hal-hal berikut ini:
Jangan berpura-pura menjadi seorang ekonom jika anda bukan ekonom.
Jangan panik.
Peristiwa makro dapat menciptakan peluang.
Buffett mengakui bahwa mungkin saja terjadi bencana yang sangat buruk yang membuat pasar jatuh dan tidak pulih lagi. (Dia mengemukakan penggunaan senjata pemusnah massal oleh teroris sebagai salah satu skenario). Namunsek]lain itu, kata Buffett, hal-hal eksternal tidak penting- dan, lagipula, anda tidak dapat memprediksinya. Fokus pada apa yang dapat anda ketahui; beroperasinya bisnis-bisnis yang bagus.
BAB 14
Perhatikan Baik-Baik Manajemennya
Analisisnya dimulai dengan- dan acap kali diakhiri dengan- satu pertanyaan kunci: Siapa yang memegang kendali di sini?
Untuk menghindari petaka semacam ini, dan untuk meningkatkan peluang anda melakukan investasi yang berhasil, selalu lakukan hal-hal berikut:
Evaluasi tim menajemen sebelum berinvestasi.
Carilah perusahaan yang ramah pada pemegang saham.
Hindarilah berinvestasi pada perusahaan apapun yang punya sejarah memain-mainkan catatan keuangan dan akuntansinya.
Jika manajemen lebih menekankan penampilan kinerjanya dibandingkan substansi kinerjanya, kata Buffett, simpan dompet anda di saku.
Bab 15
Ingat, Sang Kaisar Tidak Pakai Baju Di Wall Street
Wall Street, kata Buffett, adalah satu-satunya tempat di mana orang-orang pergi ke sana naik Rolls Royce untuk mendapatkan nasihat dari orang-orang yang naik subway.
Berikut ada tiga hal yang dapat anda lakukan untuk dapat memahami apa yang benar-benar penting pada saat mebuat keputusan investasi:
Abaikan pabrik.
Jika ada orang yang mengatakan bahwa mereka mempunyai metode yang “tak mungkin salah” untuk menjadi kaya di pasar saham, larilah, jangan hanya berjalan, ke pintu keluar terdekat.
Berinvestailah seperti Benjamin Graham.
Prospektus sebagian besar reksadana menyatakan –dalam huruf kecil- bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Buffett mengatakan hal yang sama mengenai pasar: Jika sejarah mengungkapkan jalan menuju kekayaan, para pustakawan pasti akan kaya.
BAB 16
Berpikirlah Independen
Pada saat berinvestasi, anda perlu berpikir independen.
Jangan dekat-dekat dengan kawanan yang sedang mengamuk. Jika tidak, anda dan investasi anda mungkin akan terbawa arus.
Pelajran yang bisa ditarik dari Buffett adalah mengandalkan fakta dan alasan dalam membuat keputusan investasi anda. Jangan membuat keputusan hanya karena hal tersebut paling populer atau karena berlawanan dengan arus.
Jangan pernah menukar pemikiran independen dengan pendapatan umum.
Jadikan cara berpikir independen sebagai aset terbesar portfolio anda.
Jangan menjadi investor “pelawan arus” tanpa berpikir.
Kumpulkan fakta-fakta anda, duduk, dan berpikirlah, saran Buffet. Tidak ada yang bisa mengerti hal tersebut!
BAB 17
Tetaplah Berada Dalam Lingkaran Kompetensi Anda
Kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasi-lah pada wilyah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan peluang yang muncul di luar wilayah itu.
Berikut tiga peraturan yang harus dipatuhi pada saat menyusun portfolio investasi anda:
Tulislah daftar industri dan bisnis yang anda merasa paling nyaman bersamanya.
Jangan membuat pengecualian dalam peraturan lingkaran kompetensi anda.
Ainkan permainan anda, bukan permainan orang lain.
Jika anda dapat menempatkan 90 persen dari bisnis yang ada di luar lingkaran kompetensi anda, sangat mungkin bagi anda untuk melakukan investasi jauh lebih baik pada 10 persen yang tersisa.
BAB 18
Abaikan Ramalan Pasar Saham
Ramalan jangka pendek mengenai harga saham atau obligasi tidaklah berguna, kata Warren Buffett. Ramalan itu lebih memberi anda informasi mengenai para peramalnya dan bukan informasi mengenai masa depan.
Sebagai ringkasan, berikut tiga tips mengenai bagaimana mengatasi ramalan dengan cara Buffett:
Hilangkan keterlibatan ramalan apa pun dalam keputusan investasi anda.
Alihkan waktu yang akan anda gunakan untuk mendengar ramalan dengan menganalisis track record bisnis.
Kembangkan strategi investasi yang tidak tergantung pada seluruh pergerakan pasar.
Semakin bergejolak atau spekulatifnya pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan- tapi pada saat itu pula ramalan punya peluang untuk tepat yang paling kecil. Semakin seseorang mengklaim bahwa ramalannya di pasar yang bergejolak tepat, anda harus semakin skeptis.
BAB 19
Pahami “Mr. Market” Dan “Margin Of Safety”
Apa yang membuat seseorang menjadi investor yang baik? Menurut Warren Buffett, investor yang baik mengkombinasikan pertimbangan bisnis yang baik dengan kemampuan untuk mengabaikan pergerakan liar di pasar. Ketika emosi mulai berputar, kata Buffett, ingatlah konsep Ben Graham mengenai “Mr. Market”, dan carilah “Margin of Safety”.
Pada saat Mr. Market menciptakan margins of safety, inilah saatnya beraksi:
Pastikan bahwa anda memahami konsep Buffett mengenai Mr. Market dan Margin of Safety.
Perhatikan analogi Buffett.
Nantikan kesempatan anda, dan tunggulah saat Mr. Market tertekan dan menurunkan harga saham serendah mungkin, sehingga memunculkan peluang membeli dengan margin of safety.
Beberap pihak mengeluhkan gejolak pasar. Buffett tidak: Dia percaya bahwa gejolak (volatility)- perubahan suasan hati Mr. Market yang dramatis- adalah faktor yang menciptakan peluang bagi investor yang cerdik. Tunggulah sampai orang-orang bertindak bodoh, dan kemudian bertindaklah dengan bijak.
BAB 20
Takutlah Saat Orang Lain Tamak, Dan Tamaklah Saat Orang Lain Takut
Anda bisa memprediksi bahwa orang akan bersikap tamak, takut, aatau bodoh, kata Buffett. Namun anda tidak dapat memprediksi kapan atau bagaimana urutannya.
Berikut beberapa peraturan yang harus diterapkan saat memformulasikan strategi investasi “takut saat orang-orang tamak”:
Belilah saat orang-orang menjual dan jual saat orang-orang membeli.
Bersiaplah untuk bertindak cepat ketika muncul peluang.
Apa yang akan terjadi besok? Apakah pasar akan naik, turun, atau bergerak mendatar? Bagi Warren buffett itu bukanlah pertanyaan yang menarik- kecuali apabila “penyakit menular” tamak dan takut akan mempengaruhi prospek investasinya sendiri, entah melalui penurunan harga dan penciptaan peluang atau dengan kenaikan harga yangmenutup peluang. Pada saat peluang muncul, Buffett bersiap-siap untuk bergerak. Pada saat ketamakan menguasai, Buffett bersiap-siap untuk menunggu di luar arena.
BAB 21
Baca, Baca Lagi, Dan Berpikirlah
Bagaimana Warren Buffett- investor terbesar dunia- menghabiskan waktunya? Menurut perhitungannya, dia menghabiskan 6 jam sehari untuk membaca dan satu atau dua jam untuk menelepon. Sisa waktunya dia gunakan untuk berpikir.
Milikilah kebiasaan membaca.
Bacalah laporan tahunan dan surat-surat Buffett.
Gunakan waktu anda hanya untuk membaca hal-hal yang layak dibaca.
Buffett percaya bahwa- tidak seperti industri-industri lain- industri investasi adalah sebuah industri tempat pengetahuan berakumulasi dan pengetahuan itu ada untuk ditemukan oleh mereka yang memang ingin menggalinya. Sarannya: jadilah penggali. Dalam banyak hal, itu juga bisa diterjemahkan langsung sebagai jadilah pembaca.
BAB 22
Gunakan Segenap Tenaga Kuda Yang Anda Miliki
Seberapa besar tenaga mesin anda, dan seberapa efisien anda menjalankan mesin tersebut? Menurut Warren Buffett, banyak orang memiliki “mesin berkekuatan 400 tenaga kuda” tapi mengeluarkan 100 tenaga kuda. (dengan kata lain, orang-orang yang cerdas sering kali membiarkan mereka teralihkan perhatiannya dari tugas yang sedang dikerjakan dan bertindak dengan cara irrasional). Orang yang mampu mengeluarkan tenaga penuh dari mesin berkekuatan 299 tenaga kuda, kata Buffett, jauh lebih baik.
Pastikan bahwa anda telah menemukan panutan yang tepat.
Berpegang teguhlah pada perilaku rasional, kebiasaan yang baik, dan watak yang baik.
Tulislah kebiasaan, tindakan, dan filosofi yang ingin anda miliki.
Kesuksesan finansial hanyalah masalah “melakukan kebiasaan yang baik”.
BAB 23
Hindari Kesalahan Mahal Yang Diperbuat Orang Lain
Teman dan kolega Buffett, Charlie Munger, selalu menekankan untuk belajar dari kesalahan agar tidak terperosok ke dalamnya.
Jika terdengar terlalu mudah, bisa jadi memang mustahil terjadi.
Terlibat aktiflah dalam proses pembuatan keputusan investasi anda dan jangan pernah melepaskan kendali atas portfolio anda.
Selalu perhatikan biaya.
Belajarlah dari kesalahan orang lain, kata Buffett, tidak ada alasan untuk menjalani sendiri kisah sedih yang telah dialami orang lain.
BAB 24
Jadilah Investor Yang Andal
Buffett mengatakan bahwa Ben Graham berbicara mengenai invesatsi yang andal. Dia tidak berbicara mengenai investasi yang brilian atau tren dan mode, dan hal bagus mengenai investasi yang adalah bahwa investasi ini bisa membuat anda kaya jika anda tidak terlalu tergesa-gesa, dan yang lebih bagus lagi, investasi ini tidak akan pernah membuat anda miskin.
Untuk menjadi investor yang andal, kembangkanlah kebiasaan investasi yang andal.
Lawanlah selalu gangguan untuk mendapatkan kisah nyatanya.
Selalu praktikkan program perbaikan secara terus menerus.
Berinvestasi tidak banyak berkaitan dengan memecahkan masalah bisnis yang sulit, kata Warren Buffett, tetapi justru lebih banyak berhubungan dengan cara menghindarinya. Ini mengenai menemukan dan melompati gawang setinggi satu kaki dan bukan mengembangkan ketrampilan luar biasa untuk melompati gawang setinggi tujuh kaki.
Sumber: Sukses berinvestasi ala Buffett oleh James Pardoe
Rabu, 09 Juli 2008
Saat Tepat Menjual Untuk Mendapatkan Laba
Saat Tepat Menjual Untuk Mendapatkan Laba
1. Jika anda terlalu lama menunggu, anda akan terlambat.
Tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, bukannya kegirangan, nafsu serakah ketika harga saham anda sedang melaju naik pesat. Ingatlah pepatah:”Keserakahan adalah sumber kejatuhan”.
2. Membuat perencanaan untung-rugi, tentukan batas keuntungan anda.
Naiki elevator yang sedang bergerak naik dari satu lantai ke lantai diatasnya dan jangan menggunakannya untuk turun kembali.
3. Rumusan beli tahun 1960:
a. Konsentrasikan pada saham harganya lebih $ 20 per lembar yang punya beberapa sponsor institusional.
b. PER mengalami pertumbuhan sepanjang 5 tahun terakhir dan posisi laba triwulan telah meningkat minimal 20%
c. Harga saham harus mendekati atau mencapai posisi tertingginya setelah menembus wilayah konsolidasinya dan disertai peningkatan volume perdagangan minimal 50% diatas rata-rata volume harian.
4. Metode Livermore (averaging up) yaitu ketika harga saham naik 2-5% setelah aksi beli.
Jika ternyata keliru yaitu saham turun, jual saat diatas harga rata-rata.
Jika naik batasi sampai 20 %.
5. Pertanda bull market telah mendekati klimaksnya, yaitu
a. Tertinggi: lonjakan harga setiap harinya
b. Tertinggi: volume perdagangan hariannya
c. Exhaustion gap: saham sebelumnya mengalami kenaikan pesat, dibuka pada harga lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya.
d. Aktifitas puncak klimaks: harga melejit makin tinggi dan makin cepat selama 2-3 minggu.
e. Pertanda adanya distribusi: setelah mengalami peningkatan harga, adanya volume harian besar yang tidak disertai kenaikan harga lanjutan. Jual segera saham anda.
f. Stock split: jual saham yang harganya naik 20-50% selama 1-2 minggu setelah stock split.
g. Makin banyak jumlah hari berurutan yang mengalami penurunan harga saham: setelah sebagian saham mulai bergerak turun dari puncaknya.
h. Upper channel line
i. Berpatok pada garis moving average 200 hari: jual pada posisi 70-100 % diatas garis harga rata-rata bergerak 200 hari.
6. Volume rendah dan situasi lemah lainnya:
a. Harga mencapai puncak tertinggi namun volume rendah.
b. Harga ditutup tepat atau mendekati posisi terendah hari itu.
c. Landasan tahap ketiga/keempat: jual saham ketika naik ke posisi harga baru (landasan ke 3 atau 4)
d. Pertanda buruknya proses perbaikan: kenaikan harga pada volume turun, jual hari ke 2 atau 3
e. Penurunan dari puncak: analisa apakah proses kenaikan berakhir atau sproses koreksi normal 8-12%
f. Buruknya kekuatan relative: berada pada posisi jatuh dibawah 70
g. Lone ranger: jika ada price strength perusahaan unggulan lain dalam industry yang sama.
7. Breaking support
a. Patahnya garis trend naik jangka panjang
b. Penurunan terbesar harga saham dalam satu hari
c. Jatuhnya harga saham dalam volume perdagangan yang besar
d. Menurunnya garis rata-rata bergerak 200 hari
e. Bertahan dibawah rata-rata bergerak 10 hari.
1. Jika anda terlalu lama menunggu, anda akan terlambat.
Tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, bukannya kegirangan, nafsu serakah ketika harga saham anda sedang melaju naik pesat. Ingatlah pepatah:”Keserakahan adalah sumber kejatuhan”.
2. Membuat perencanaan untung-rugi, tentukan batas keuntungan anda.
Naiki elevator yang sedang bergerak naik dari satu lantai ke lantai diatasnya dan jangan menggunakannya untuk turun kembali.
3. Rumusan beli tahun 1960:
a. Konsentrasikan pada saham harganya lebih $ 20 per lembar yang punya beberapa sponsor institusional.
b. PER mengalami pertumbuhan sepanjang 5 tahun terakhir dan posisi laba triwulan telah meningkat minimal 20%
c. Harga saham harus mendekati atau mencapai posisi tertingginya setelah menembus wilayah konsolidasinya dan disertai peningkatan volume perdagangan minimal 50% diatas rata-rata volume harian.
4. Metode Livermore (averaging up) yaitu ketika harga saham naik 2-5% setelah aksi beli.
Jika ternyata keliru yaitu saham turun, jual saat diatas harga rata-rata.
Jika naik batasi sampai 20 %.
5. Pertanda bull market telah mendekati klimaksnya, yaitu
a. Tertinggi: lonjakan harga setiap harinya
b. Tertinggi: volume perdagangan hariannya
c. Exhaustion gap: saham sebelumnya mengalami kenaikan pesat, dibuka pada harga lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya.
d. Aktifitas puncak klimaks: harga melejit makin tinggi dan makin cepat selama 2-3 minggu.
e. Pertanda adanya distribusi: setelah mengalami peningkatan harga, adanya volume harian besar yang tidak disertai kenaikan harga lanjutan. Jual segera saham anda.
f. Stock split: jual saham yang harganya naik 20-50% selama 1-2 minggu setelah stock split.
g. Makin banyak jumlah hari berurutan yang mengalami penurunan harga saham: setelah sebagian saham mulai bergerak turun dari puncaknya.
h. Upper channel line
i. Berpatok pada garis moving average 200 hari: jual pada posisi 70-100 % diatas garis harga rata-rata bergerak 200 hari.
6. Volume rendah dan situasi lemah lainnya:
a. Harga mencapai puncak tertinggi namun volume rendah.
b. Harga ditutup tepat atau mendekati posisi terendah hari itu.
c. Landasan tahap ketiga/keempat: jual saham ketika naik ke posisi harga baru (landasan ke 3 atau 4)
d. Pertanda buruknya proses perbaikan: kenaikan harga pada volume turun, jual hari ke 2 atau 3
e. Penurunan dari puncak: analisa apakah proses kenaikan berakhir atau sproses koreksi normal 8-12%
f. Buruknya kekuatan relative: berada pada posisi jatuh dibawah 70
g. Lone ranger: jika ada price strength perusahaan unggulan lain dalam industry yang sama.
7. Breaking support
a. Patahnya garis trend naik jangka panjang
b. Penurunan terbesar harga saham dalam satu hari
c. Jatuhnya harga saham dalam volume perdagangan yang besar
d. Menurunnya garis rata-rata bergerak 200 hari
e. Bertahan dibawah rata-rata bergerak 10 hari.
Selasa, 08 Juli 2008
Saat Tepat Menjual Untuk Memangkas Kerugian Anda
Saat Tepat Menjual Untuk Memangkas Kerugian Anda
1. Setelah anda tahu kapan dan bagaimana anda membeli saham-saham unggulan terbaik, saatnya anda harus tahu kapan dan bagaimana menjualnya.
2. Jika anda ingin memenangkan pertandingan, anda perlu mempunyai pertahanan yang kokoh, yang mampunmelindungi investasi anda dari kerugian besar.
3. Rahasianya bukan bagaimana agar dapat selalu benar, namun bagaimana agar kerugian atas kesalahan anda dapat seminimal mungkin. Indikasi kesalahan adalah saat membeli saham, kemudian harganya merosot.
4. Menghentikan kerugian berarti sama dengan membeli polis asuransi.
5. Tentukan batas kerugian anda maksimal 7-8% dari harga belinya.
6. Cepat hentikan kerugian anda dan bersabarlah hingga keuntungan datang.
7. Buang ego dan keangkuhan, jangan menentang bursa, jangan terperangkap dalam saham-saham merugi. Ingat saja bahwa semua saham adalah buruk, kecuali yang harganya bergerak naik.
1. Setelah anda tahu kapan dan bagaimana anda membeli saham-saham unggulan terbaik, saatnya anda harus tahu kapan dan bagaimana menjualnya.
2. Jika anda ingin memenangkan pertandingan, anda perlu mempunyai pertahanan yang kokoh, yang mampunmelindungi investasi anda dari kerugian besar.
3. Rahasianya bukan bagaimana agar dapat selalu benar, namun bagaimana agar kerugian atas kesalahan anda dapat seminimal mungkin. Indikasi kesalahan adalah saat membeli saham, kemudian harganya merosot.
4. Menghentikan kerugian berarti sama dengan membeli polis asuransi.
5. Tentukan batas kerugian anda maksimal 7-8% dari harga belinya.
6. Cepat hentikan kerugian anda dan bersabarlah hingga keuntungan datang.
7. Buang ego dan keangkuhan, jangan menentang bursa, jangan terperangkap dalam saham-saham merugi. Ingat saja bahwa semua saham adalah buruk, kecuali yang harganya bergerak naik.
Senin, 07 Juli 2008
Kesalahan umum para investor
Kesalahan umum para investor:
1. Terlalu toleran terhadap kerugian-kerugian kecil. Perilaku bursa sangat spekulatif dan berisiko tinggi; semestinya investor pergi keluar bursa, saat kerugian belum terlalu besar. Tentukan batas kerugian yang dapat anda tanggung.
2. Membeli ketika harga “anjlok” akibatnya menyedihkan. Perhatikan laporan keuangan dan prospek bisnisnya.
3. Membeli ketika harga rata-rata turun. Average down dapat merepotkan portofolio anda.
4. Membeli saham murah dalam jumlah besar, padahal seharusnya membeli saham mahal dalam jumlah sedikit. Pilih perusahan berkapitalisasi besar dan kinerjanya bagus.
5. Ingin kaya mendadak. Berharap terlalu banyak dan terlalu cepat, tanpa persiapan yang memadai, pemahaman metode dan penguasaan ketrampilan dan disiplin adalah langkah awal kejatuhan.
6. Keputusan membeli berdasarkan tip, rumor, berita, kisah, rekomendasi para konsultan, opini ahli di media.
7. Memilih saham “kelas dua” berkat dividen atau rasio P/E
8. Tidak mau keluar setelah terbukti ada kesalahan dalam pemilihan sahamnya dan tidak tahu apa yang harus dipelajari dari perusahaan unggulan terbaik.
9. Membeli saham perusahaan berdasarkan merk yang telah terkenal.
10. Tidak mampu memilah mana informasi dan nasihat yang baik, mana yang buruk dan tidak mampu mengikuti yang baik-baik saja.
11. Tidak mau berpatokan pada grafik, dan takut pada saham yang harganya melonjak hingga posisi tertingginya yang baru.
12. Berusaha meraup keuntungan dengan prinsip: “Biar sedikit asal gampang” dari saham berkinerja buruk.
13. Terlalu takut pada komisi dan pajak.
14. Terlalu terpaku “kapan harus membeli” dan setelah pembelian dilakukan, tidak tahu “kapan” atau “dalam kondisi apa” saham itu harus dijual kembali.
15. Tidak tahu apa pentingnya membeli saham perusahaan unggulan, yang bagus sponsor institusionalnya, dan pentingnya penggunaan grafik terhadap proses seleksi dan penentuan waktu yang tepat (timing).
16. Terlalu berspekulasi pada opsi atau prospek tertentu demi peluang “cepat kaya”.
17. Jarang bertransaksi pada “posisi pasar”, lebih suka membatasi harga beli dan jual dalam order mereka.
18. Tidak mampu mengambil keputusan ketika keputusan tertentu harus diambil.
19. Tidak ada obyektifitas dalam memilih saham.
1. Terlalu toleran terhadap kerugian-kerugian kecil. Perilaku bursa sangat spekulatif dan berisiko tinggi; semestinya investor pergi keluar bursa, saat kerugian belum terlalu besar. Tentukan batas kerugian yang dapat anda tanggung.
2. Membeli ketika harga “anjlok” akibatnya menyedihkan. Perhatikan laporan keuangan dan prospek bisnisnya.
3. Membeli ketika harga rata-rata turun. Average down dapat merepotkan portofolio anda.
4. Membeli saham murah dalam jumlah besar, padahal seharusnya membeli saham mahal dalam jumlah sedikit. Pilih perusahan berkapitalisasi besar dan kinerjanya bagus.
5. Ingin kaya mendadak. Berharap terlalu banyak dan terlalu cepat, tanpa persiapan yang memadai, pemahaman metode dan penguasaan ketrampilan dan disiplin adalah langkah awal kejatuhan.
6. Keputusan membeli berdasarkan tip, rumor, berita, kisah, rekomendasi para konsultan, opini ahli di media.
7. Memilih saham “kelas dua” berkat dividen atau rasio P/E
8. Tidak mau keluar setelah terbukti ada kesalahan dalam pemilihan sahamnya dan tidak tahu apa yang harus dipelajari dari perusahaan unggulan terbaik.
9. Membeli saham perusahaan berdasarkan merk yang telah terkenal.
10. Tidak mampu memilah mana informasi dan nasihat yang baik, mana yang buruk dan tidak mampu mengikuti yang baik-baik saja.
11. Tidak mau berpatokan pada grafik, dan takut pada saham yang harganya melonjak hingga posisi tertingginya yang baru.
12. Berusaha meraup keuntungan dengan prinsip: “Biar sedikit asal gampang” dari saham berkinerja buruk.
13. Terlalu takut pada komisi dan pajak.
14. Terlalu terpaku “kapan harus membeli” dan setelah pembelian dilakukan, tidak tahu “kapan” atau “dalam kondisi apa” saham itu harus dijual kembali.
15. Tidak tahu apa pentingnya membeli saham perusahaan unggulan, yang bagus sponsor institusionalnya, dan pentingnya penggunaan grafik terhadap proses seleksi dan penentuan waktu yang tepat (timing).
16. Terlalu berspekulasi pada opsi atau prospek tertentu demi peluang “cepat kaya”.
17. Jarang bertransaksi pada “posisi pasar”, lebih suka membatasi harga beli dan jual dalam order mereka.
18. Tidak mampu mengambil keputusan ketika keputusan tertentu harus diambil.
19. Tidak ada obyektifitas dalam memilih saham.
Minggu, 06 Juli 2008
Kapan saat membeli saham
CAN SLIM
C
Current Quarterly earning per share: the higher the better
Laba per saham tiap triwulan: makin tinggi makin bagus
PER minimal 18-20%
Penjualan naik 25%
Waspadalah: laporan keuangan dapat menyesatkan
Laba yang turun dalam dua triwulan berarti bencana
A
Annual earnings increase: look for significant growth
Pertumbuhan laba tahunan:pilih pertumbuhan laba yang signifikan
Pertumbuhan tahunan >25-50 %
Pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir harus besar.
Ratio return on equity (roe) > 17%
Buang saham pecundang dalam keranjang anda.
P/E tinggi dapat mempunyai daya tarik
N
New products, new management, new highs: buying at the right time
Produk baru, manajemen baru, puncak baru
Perhatikan adanya produk/jasa baru, manajemen baru, kondisi industry yang mantap perbaikannya.
Beli saham yang mampu menembus ruang konsolidasinya dan menyentuh posisinya yangbaru
Produk baru yang mendatangkan keberhasilan besar.
Paradok bursa: harga saham yang mulai naik besar-besaran, justru bergerak naik, sebaliknya yang sedang bergerak turun (murah) justru makin merosot lagi.
S
Supply and demand: shares outstanding plus big volume demand
Penawaran dan permintaan: saham beredar dan permintaan bervolume tinggi
Pilih saham yang laju volumenya pesat, ketika saham bergerak keatas meninggalkan ruang konsolidasinya.
Pilih manajemen bertipe entrepreneurial, jangan tipe karakter.
Split berlebihan dapat menyakitkan
Perusahaan yang membeli kembali sahamnya
Evaluasi “bid & offer”
L
Leader or laggard: which is your stock?
Unggulan atau pecundang: dimana posisi saham anda?
Beli saham unggulan terbaik, hindari saham kelas teri. Beli saham dari perusahaan terkemuka dibidangnya.
Perbandingan kekuatan harga relative saham unggulan > 80-90
Pilih rasio debt to equity yang rendah
Beli saham dua atau tiga terbaik dalam kelompoknya
Hindari saham yang pergerakkannya seolah mengesankan
Price strength rating minimal 80 -90
Temukan juara baru dalam situasi koreksi, yang koreksinya kecil
Cermati kekuatan abnormal dalam pasar lemah
I
Institutional sponsorship: follow the leaders
Dukungan institusi: Ikuti para jawara
Beli saham yang diminati para sponsor (kenerjanya mengesankan dan mengagumkan). Pilih perusahaan yang mengijinkan para managernya ikut memiliki saham perusahaan tersebut.
Aspek kualitas sponsor: saham yang diminati intitusi yang berkinerja mengagumkan (lihat rating perusahaan)
Beli saham perusahaan yang makin banyak sponsornya (likuiditas bursa)
Perhatikan posisi baru saham yang dibeli triwulan terakhir
M
Market direction: how to determine it
Arah pasar: bagaimana mengetahuinya
Interprestasikan indeks harian bursa, pergerakan harga dan volume perdagangan, langkah responsive saham unggulan. Hal ini menentukan menang atau kalah
Perhatikan tahapan siklus bursa
Agar impas: 33% turun vs 50% naik
Lindungi dari melemahnya bursa
Menggunakan stop-losser order
Kemerosotan bursa dapat diawali oleh penurunan volume
C
Current Quarterly earning per share: the higher the better
Laba per saham tiap triwulan: makin tinggi makin bagus
PER minimal 18-20%
Penjualan naik 25%
Waspadalah: laporan keuangan dapat menyesatkan
Laba yang turun dalam dua triwulan berarti bencana
A
Annual earnings increase: look for significant growth
Pertumbuhan laba tahunan:pilih pertumbuhan laba yang signifikan
Pertumbuhan tahunan >25-50 %
Pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir harus besar.
Ratio return on equity (roe) > 17%
Buang saham pecundang dalam keranjang anda.
P/E tinggi dapat mempunyai daya tarik
N
New products, new management, new highs: buying at the right time
Produk baru, manajemen baru, puncak baru
Perhatikan adanya produk/jasa baru, manajemen baru, kondisi industry yang mantap perbaikannya.
Beli saham yang mampu menembus ruang konsolidasinya dan menyentuh posisinya yangbaru
Produk baru yang mendatangkan keberhasilan besar.
Paradok bursa: harga saham yang mulai naik besar-besaran, justru bergerak naik, sebaliknya yang sedang bergerak turun (murah) justru makin merosot lagi.
S
Supply and demand: shares outstanding plus big volume demand
Penawaran dan permintaan: saham beredar dan permintaan bervolume tinggi
Pilih saham yang laju volumenya pesat, ketika saham bergerak keatas meninggalkan ruang konsolidasinya.
Pilih manajemen bertipe entrepreneurial, jangan tipe karakter.
Split berlebihan dapat menyakitkan
Perusahaan yang membeli kembali sahamnya
Evaluasi “bid & offer”
L
Leader or laggard: which is your stock?
Unggulan atau pecundang: dimana posisi saham anda?
Beli saham unggulan terbaik, hindari saham kelas teri. Beli saham dari perusahaan terkemuka dibidangnya.
Perbandingan kekuatan harga relative saham unggulan > 80-90
Pilih rasio debt to equity yang rendah
Beli saham dua atau tiga terbaik dalam kelompoknya
Hindari saham yang pergerakkannya seolah mengesankan
Price strength rating minimal 80 -90
Temukan juara baru dalam situasi koreksi, yang koreksinya kecil
Cermati kekuatan abnormal dalam pasar lemah
I
Institutional sponsorship: follow the leaders
Dukungan institusi: Ikuti para jawara
Beli saham yang diminati para sponsor (kenerjanya mengesankan dan mengagumkan). Pilih perusahaan yang mengijinkan para managernya ikut memiliki saham perusahaan tersebut.
Aspek kualitas sponsor: saham yang diminati intitusi yang berkinerja mengagumkan (lihat rating perusahaan)
Beli saham perusahaan yang makin banyak sponsornya (likuiditas bursa)
Perhatikan posisi baru saham yang dibeli triwulan terakhir
M
Market direction: how to determine it
Arah pasar: bagaimana mengetahuinya
Interprestasikan indeks harian bursa, pergerakan harga dan volume perdagangan, langkah responsive saham unggulan. Hal ini menentukan menang atau kalah
Perhatikan tahapan siklus bursa
Agar impas: 33% turun vs 50% naik
Lindungi dari melemahnya bursa
Menggunakan stop-losser order
Kemerosotan bursa dapat diawali oleh penurunan volume
Sabtu, 05 Juli 2008
Investasi Saham
Investasi di saham itu mempunyai risiko tinggi dan berpotensi untung besar
Untuk dapat selalu untung, perlu mengetahui antara lain:
- kapan harga saham naik atau turun,
- seberapa besar naik atau turunnya,
- saham mana yang naik atau turun,
- sampai kapan saham naik atau turun.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui secara pasti
Hukum yang pasti di investasi saham adalah harga saham selalu naik dan turun
Bagaimana investasi saham dapat untung?
Marilah kita berbagi pengetahuan, pengalaman, wawasan maupun analisa tentang investasi di saham
Untuk dapat selalu untung, perlu mengetahui antara lain:
- kapan harga saham naik atau turun,
- seberapa besar naik atau turunnya,
- saham mana yang naik atau turun,
- sampai kapan saham naik atau turun.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui secara pasti
Hukum yang pasti di investasi saham adalah harga saham selalu naik dan turun
Bagaimana investasi saham dapat untung?
Marilah kita berbagi pengetahuan, pengalaman, wawasan maupun analisa tentang investasi di saham
Langganan:
Postingan (Atom)